Rasyidin menekankan bahwa tujuan utama pendidikan inklusi bukanlah mengubah kondisi anak agar menjadi sama dengan siswa lainnya, melainkan membantu mereka mengenali dan mengembangkan kelebihan masing-masing.
“Jadi, kita tidak mengatakan sembuh, tetapi bagaimana mengoptimalkan potensi-potensi yang mereka miliki,” jelasnya.
Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan tersendiri yang perlu dihargai dan dikembangkan melalui pendekatan pendidikan yang tepat.
Anak yang memiliki tantangan dalam satu aspek perkembangan belum tentu mengalami kesulitan pada bidang lainnya.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, anak berkebutuhan khusus dapat menunjukkan kemampuan yang menonjol pada bidang tertentu apabila mendapatkan bimbingan dan kesempatan yang memadai.
Karena itu, pihak sekolah berupaya mengembangkan sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada hambatan belajar, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat, minat, kreativitas, dan kemampuan terbaik mereka.
Rasyidin berharap masyarakat semakin memahami bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar menyediakan tempat belajar bagi anak berkebutuhan khusus, melainkan membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman kemampuan setiap anak.
Talk Show Jadi Sarana Edukasi Orang Tua dan Sekolah
Penyelenggaraan Inclusive Education Talk Show di SIT Darul Fikri Makassar juga menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pendidikan inklusi.
Kehadiran orang tua murid, kepala sekolah, serta tenaga pendidik dari sejumlah sekolah di wilayah Makassar dan sekitarnya diharapkan dapat mendorong pertukaran pengalaman mengenai metode pembelajaran dan pendampingan anak berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung seluruh peserta didik, baik dari aspek akademik, sosial, emosional, maupun pembentukan karakter.
Rasyidin menilai, pemahaman masyarakat terhadap pendidikan inklusi perlu terus diperkuat agar tidak muncul pandangan keliru mengenai kemampuan dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, dukungan orang tua sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pendampingan anak.
Komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah menjadi salah satu kunci agar perkembangan anak dapat dipantau dan didukung secara berkesinambungan.
Ia juga berharap para kepala sekolah dan tenaga pendidik yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memperoleh inspirasi untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang semakin terbuka dan ramah terhadap keberagaman peserta didik.
Dengan demikian, pendidikan inklusi tidak hanya dipahami sebagai program khusus yang diterapkan oleh sekolah tertentu, tetapi menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memberikan kesempatan pendidikan yang adil dan bermakna kepada seluruh anak.
Peresmian Kolam Renang Lengkapi Fasilitas Sekolah
Selain menghadiri talk show pendidikan inklusi, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi juga mengikuti rangkaian kegiatan peresmian kolam renang SIT Darul Fikri Makassar.
Peresmian fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik.
Keberadaan fasilitas kolam renang diharapkan dapat memberikan pilihan aktivitas olahraga dan pembelajaran yang lebih beragam bagi siswa.
Fasilitas tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen pihak yayasan dalam terus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.












