Pengembangan fasilitas pendidikan dinilai perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik, pembelajaran, serta layanan pendampingan yang diberikan kepada siswa.
Dalam konteks pendidikan inklusi, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dapat menjadi bagian dari lingkungan pendukung, dengan pemanfaatan yang tetap memperhatikan kebutuhan, kemampuan, dan keselamatan masing-masing anak.
Harap Jadi Inspirasi Sekolah Lain di Sulsel
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi berharap sistem pendidikan inklusi yang dikembangkan SIT Darul Fikri Makassar dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan.
Ia menilai, setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan kemampuan dalam lingkungan yang mendukung.
Karena itu, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan individu, pendidikan akhlak, dan perkembangan karakter.
Fatmawati kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menentukan lingkungan pendidikan yang sesuai bagi putra-putri mereka.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kualitas sekolah secara langsung, termasuk memahami sistem pembelajaran, nilai-nilai pendidikan, serta dukungan yang diberikan kepada siswa.
SIT Darul Fikri Makassar menjadi salah satu contoh lembaga pendidikan yang berupaya memadukan pembelajaran akademik, pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan pendampingan anak berkebutuhan khusus dalam satu lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Yayasan SIT Darul Fikri Makassar, Rasyidin Adnan, berharap perhatian dan apresiasi dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan pengelola sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Ia juga berharap kegiatan talk show tersebut mampu membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusi sekaligus memperkuat dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus.
Melalui komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, terapis, dan orang tua, diharapkan semakin banyak anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
Kegiatan Inclusive Education Talk Show dan peresmian kolam renang SIT Darul Fikri Makassar sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya tentang mencetak siswa yang unggul secara akademik, melainkan juga membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, percaya diri, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menghargai perbedaan.
Dengan semangat pendidikan yang inklusif, SIT Darul Fikri Makassar diharapkan terus berkontribusi dalam menghadirkan lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sekaligus menjadi inspirasi bagi penguatan pendidikan inklusi di Sulawesi Selatan.












