News  

Resensi Buku: Digitalisasi Birokrasi: Mempercepat Layanan, Memperlebar Kesenjangan?

Mengembalikan Manusia ke Pusat Digitalisasi

Pada akhirnya, pesan terpenting buku ini sederhana tetapi mendasar: teknologi adalah alat, bukan tujuan pemerintahan.

Sebuah pemerintah tidak otomatis menjadi lebih baik hanya karena semakin digital. Pertanyaan yang lebih substantif adalah apakah teknologi membuat pelayanan semakin mudah; apakah masyarakat miskin tetap dapat mengaksesnya; apakah penyandang disabilitas dilayani; apakah data warga terlindungi; apakah masyarakat dapat mengawasi pemerintah; dan apakah warga masih mempunyai ruang untuk mempertanyakan keputusan yang dibuat oleh sistem.

Di tengah perlombaan menghadirkan aplikasi, AI, big data, dan smart governance, buku ini mengingatkan sesuatu yang mudah terlupakan: di balik setiap data terdapat manusia, di balik setiap akun terdapat warga negara, dan di balik setiap sistem digital terdapat hak yang harus dilindungi.

Karena itu, ukuran pemerintahan digital yang berhasil bukanlah seberapa canggih teknologi negara.

Ukurannya adalah seberapa jauh teknologi membuat negara semakin hadir, adil, aman, dan manusiawi bagi seluruh warganya. (ulla)

BACA JUGA:  Prof Tahir Kasnawi: Musda KKI Sulsel Strategis Perkuat Pembangunan Berwawasan Kependudukan