Oleh Andi Wanua Tangke Pagi-pagi benar. Pukul tujuh lewat lqima belas menit. Teman saya Ramdani. Saya memanggilnya Dani. Kini sudah nongkrong di warkop. Dia menelepon saya yang masih bersantai di…
FIKSI MINI (16): Selingkuh Berujung Darah
Oleh Andi Wanua Tangke Haji Beni tak percaya kabar yang baru saja disampaikan tetangganya. Sebenarnya kabar itu sudah lama dia dengar. Bahkan kabar itu sudah menjadi pembicaraan bisik-bisik rahasia di…
FIKSI MINI (15): Mimpi Melihat Pak Wali Berwajah Raksasa
Oleh Andi Wanua Tangke Usai salat subuh berjamaah di masjid, Basrah bergegas kembali ke rumahnya. Istrinya sudah menyiapkan kopi hitam gula aren. Kopi hangat itu segera dihabisi Basrah. Setelah mandi…
FIKSI MINI (14): Badaru, Gubernur yang Bodoh
Oleh Andi Wanua Tangke Badaru, mantan gubernur di sebuah negeri. Sepuluh tahun berkuasa. Dua periode. Disenangi rakyatnya. Ada juga rakyat tak menyenanginya. Bila rakyat tak menyenangi kebijakannya itu mengkritiknya, tampillah…
FIKSI MINI (13): Ustaz Pengarang Cerita
Oleh Andi Wanua Tangke Sudah lama saya merindukan Kota Thaif. Bukan karena kesejukannya yang mirip Malino di Sulawesi Selatan itu. Bukan karena buah-buahnya yang manis itu. Bukan karena parfum-parfumnya yang…
FIKSI MINI (12): Wanita China dan Tongkat Merahnya
Oleh Andi Wanua Tangke Entah siapa namanya. Tak penting untuk diketahui. Satu hal yang jelas: wanita itu berasal dari negeri China. Wajah dan tulisan di tasnya membenarkan dugaan itu. Ya,…
FIKSI MINI (11): Preman dan Majikan Seorang Tionghoa
Oleh Andi Wanua Tangke Ibrahim. Kesehariannya dipanggil: Borahima. Dia tidak tahu secara jelas, atau mungkin sudah lupa asal usulnya. Dia hanya ingat: saat dia masih berumur tiga belas tahun lebih…
FIKSI MINI (10): Bromocorah vs Koruptor
Oleh Andi Wanua Tangke Anton. Bukan Anton Chekhov: jurnalis dan sastrawan Rusia yang mahir mengungkap tingkah manusia-manusia munafik di negerinya lewat karya-karya prosanya. Anton di sini adalah Anton bromocorah. Penjahat…
FIKSI MINI (9) : Kisah Cinta: Bermula dari Masker Berwarna Krem
Oleh Andi Wanua Tangke Polisi tampan itu mengisap rokok kreteknya. Melambungkan asapnya mengenai plafon berwarna putih. Merapikan rambutnya dengan sisir kecil. Mengusap-usap kumis tipisnya dengan telapak tangan kanannya. Matanya fokus….
FIKSI MINI (8): Korban Tragedi 30 S.
Oleh Andi Wanua Tangke Sudah tiga puluh tahun berkeluarga, Sundari setia menyimpan rahasia untuk suami dan anak tunggalnya, seorang perempuan berwajah manis. Namanya: Endang. Setiap sang suami menanyakan ibu mertuanya…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
