Appi Sentil Kepala OPD: Jangan Cuma Jadi “Tukang Stempel”

Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak sekadar menjadi “tukang stempel” dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah.

Menurutnya, kepala OPD harus mengetahui secara utuh program yang dipimpinnya, bukan hanya menerima dokumen yang telah disiapkan bagian perencanaan kemudian memberikan tanda tangan.

“Jangan sampai kita bekerja di masa satu OPD terpengaruh, bisa berjalan otaknya hanya satu kepala bagian perencanaan yang mengatur ini dari tahun ke tahun,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

“Kepala OPD-nya jangan saja menjadi tukang stempel, tanda tangan dengan keadaan yang sudah dibuat dari tahun ke tahun,” tambah Appi.

Munafri meminta kepala OPD terlibat langsung sejak tahap perencanaan, memastikan setiap program yang masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) benar-benar siap dilaksanakan.

Serta memiliki dokumen pendukung, realistis dari sisi target, serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat merespon serapan anggaran renda pada rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota Makassar.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Temui Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Bahas Penguatan APBD 

“Masalah utama, pada tahap perencanaan ini selalu menjadi basic dari segalanya,” tegas Munafri, dikonfirmasi ulang.

Menurut Appi, persoalan rendahnya serapan anggaran tidak selalu bermula ketika proses belanja sudah berjalan.

Justru, banyak masalah sudah muncul sejak tahap paling awal, yakni ketika perencanaan disusun tanpa memperhitungkan kesiapan eksekusi.

Ia mengatakan, setiap kegiatan yang telah masuk dalam DPA harus terlebih dahulu diuji apakah benar-benar ready to execute atau siap dieksekusi.

Jangan sampai kegiatan sudah dianggarkan, tetapi masih menunggu berbagai faktor pendukung, mulai dari material yang belum tersedia, dokumen teknis yang belum lengkap, desain yang belum final, hingga persoalan lokasi dan perizinan.

Oleh sebab itu, orang nomor satu Kota Makassar itu menyoroti pentingnya kepemimpinan dan kedisiplinan kepala kepala OPD dalam menjalankan tugas.

Ia meminta para kepala Dinas tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan yang menjadi teladan bagi seluruh jajaran.

“Pekerjaan menjadi kepala OPD bukan pekerjaan nyambi. Ini pekerjaan yang sangat penting, vital, menyangkut kehidupan orang banyak, menyangkut kesehatan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Aliyah Apresiasi Lazatto Chicken & Burger yang Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

Ia mengingatkan seluruh kepala SKPD, agar tidak hanya menjadi “tukang stempel” yang menyerahkan seluruh pemahaman teknis kepada bawahannya.