Makassar, NusantaraInsight — Di sini, di Stadion MetLife, New York, New Jersey, 26 Juni 2016 berlangsung final Piala Copa Amerika. Di stadion dengan kapasitas 82.566 penonton itu berlaga dua tim Amerika Latin, Argentina dan Chile. Di bawah mistar gawang Sergio Romero berdiri gagah, siap mengawal jala tim Tango itu dari kebobolan.
Di seberang sana, kiper Chile Claudio Bravo yang juga bertindak sebagai kapten tim, pun siap-siap menghadapi pertandingan yang dipimpin wasit asal Brasil Heber Lopez.
Di atas kertas, Argentina memang diunggulkan. Pasalnya, dalam laga penyisihan grup, dia menyapu bersih semua poin, 9. Chile yang kebagian 6 poin dikalahkan 2-1. Argentina juga menghujani Panama 5 gol dan Bolvia 3 gol tanpa balas. Sementara Chile memetik kemenangan tipis atas Bolivia 2-1 dan 4-2 atas Panama.
Hingga waktu normal, pertandingan tidak menghasilkan pemenang. Kedudukan kacamata, 0-0. Lagipula, pertandingan ini berlangsung dalam tensi keras.
Dihujani kartu. Termasuk masing-masing kesebelasan diganjar satu kartu merah.
Giliran pertama, pemain Chile Marcelo Diaz, setelah diganjar kartu kuning pada menit ke-16, pada menit ke-28 mendapat akumulasi kartu hingga diusir keluar lapangan.
Memanfaatkan lawan bermain 10 pemain, para pemain Argentina meningkatkan intensitas serangannya. Sial, semangat menggebu-gebu tim pimpinan Lionel Messi ini “kebangetan”. Marcos Rojos pada menit ke-43 pun diusir keluar lapangan. Diganjar kartu merah pula.
Saat pertandingan ini, Lionel Messi pun diganjar kartu kuning bersama Javier Mascherano dan Matias Kranevitter. Di kubu Chile selain Diaz yang memperoleh kartu merah, juga tiga temannya, Jean Beausejour, Charles Aranguez, dan Arturo Vidal memperoleh kartu kuning.
Adu tembak dari titik putih pun tidak terhindarkan. Lionel Messi tampil sebagai petendang pertama. Sayang, kiper Chile Claudio Bravo berhasil mengantisipasi arah tendangan kaki kiri La Pulga. Gagal.
Petendang pertama Chile pun gagal, yang dilepaskan Arturo Vidal. Kedua petendang ini mungkin masih trauma karena sama-sama menerima kartu kuning dari wasit Brasil Heber Lopez.
Marscherano dan Sergio Aguero maju sebagai petendang kedua dan ketiga Argentina. Sukses. Kedudukan sama, 2-2, setelah dua petendang Chile, C. Lopez dan Aranguez juga sukses melaksanakan eksekusinya.
Sorak sorai penonton menggema, ketika petendang keempat Chile Jean Beausejour menggetarkan jala Argentina, sementara penjaga gawang Chile Claudio Bravo berhasil menggagalkan bola yang ditendang pemain Argentina Lucas Biglia.
Kedudukan 3-2. Gato Silva, gelandang Chile berusia 40 tahun, kemudian memastikan timnya tampil sebagai juara selaku petendang kelima.
Petendang Argentina berikutnya pun tidak dilakukan karena kedudukan sudah pada posisi 4-2.


br
br
br






br
br






br