Air Mata La Pulga

Tahun 2016 itu, sebenarnya Argentina ingin kembali meraih trofi Piala Copa, setelah berturut-turut 5 kali sejak 1956 hingga 1993 tidak terkalahkan. Dia kembali meraih piala ini pada tahun 2021 dan 2024. Dan sudah menggandengnya dengan Piala Dunia yang direbutnya di Qatar pada tahun 2022. Rupanya, kali ini dia berhajat menggandengnya pula, tetapi gagal.

Rekam Jejak Tim

br

Di Stadion MetLife, New York, New Jersey AS, laga hidup mati antara Argentina berhadapan dengan Spanyol berlangsung disaksikan 80.663 pasang mata. Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Giovanni Vincenzo Infantino menyaksikan jalannya laga dari atas panggung kehormatan yang dibatasi kaca tahan peluru.

Di atas kertas banyak yang mengunggulkan Argentina. Sepanjang babak penyisihan grup, dia menyapu bersih poin. Begitu pun pada pertandingan babak gugur 16 besar, mengalahkan Tanjung Verde 3-2. Dengan skor yang sama Argentina menyingkirkan Mesir pada babak per delapan final.

Pada perempat final 12 Juli 2026, Messi dkk menggulung Swiss 3-1. Setelah itu mengalahkan Inggris 2-1 di Stadion MetLife New York, New Jersey guna memastikan diri maju ke final menghadapi Spanyol yang mengalahkan Prancis 2-0 tanpa balas.

BACA JUGA:  Kembali Jadi Kota Dunia & Dg.Mangalle

Kalau melihat penampilan saat melawan Inggris (yang kemudian menang 6-4 atas Prancis dalam perebutan tempat III), Argentina bakal kesulitan menghadapi Inggris. Apalagi sempat ketinggalan lebih dulu pada ment ke-55, saat A.Gordon menggetarkan jala E.Martinez.

Namun E.Fernandez berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-85. Pada masa “injury time” menit ke-90+2 L. Martinez memastikan kemenangan Argentina dan melaju ke babak final.

Air Mata

Pengamat sepak bola berbagi prediksi ketika menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026 ini. Spanyol juga tak jelek-jelek amat melaju ke final. Mereka yang mengandalkan Spanyol melihat perjalanan tim Matador ini pada 16 besar saat menghempaskan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan 1-0 pada tanggal 7 Juni 2026 dinihari. Kemudian mengalahkan Beldia 2-1 pada tanggal 11 Juli 2026 dinihari.

Orang banyak yang mengunggulkan Prancis karena ada dua bintang tim ini, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele sebagai pemain yang harus gol.

Mbappe mencetak 10 gol plus 3 assist dan Dembele 6 gol+2 assist.
Tetapi bola bundar. Spanyol agaknya sudah mempelajari penampilan Prancis ketika mengalahkan Maroko 2-0 10 Juli 2026 dinihari Wita. De La Fuente ini menginstruksikan para pemainnya “mengunci mati” pergerakan Mbappe dan Dembele di kiri kanan dan Olise di tengah.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (5): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Siasat ini tampak benar di layar kaca. Pada babak perrtama, menit ke-22, Lamine Yamal yang bermain di sisi kanan, merangsek ke kotak penalti dan pada saat bersamaan pemain belakang Prancis melepaskan tendangan yang menghantam tubuh pemain muslim berdarah Maroko ini hingga ambruk ke tanah. M.Oyarbazal yang dipercaya sebagai eksekutor mampu menggetarkan jalan Prancis M.Maginan.

brbr
brbr
br