Air Mata La Pulga

Di sini, di stadion ini, 10 tahun silam dia dan timnya kalah. Dan kali ini, juga di sini, kekalahan itu terulang lagi. Dan, kekalahan ini sangat menyakitkan, justru saat dia hendak memberi kenangan manis kepada Argentina menjelang usianya akan mencapai 43 tahun saat Piala Dunia digelar di dua benua, Eropa dan Afrika, pada tahun 2030. Usia yang membuat dia berpikir sudah waktunya menggantung sepatu.

Layar kaca TVRI Sports men-zoom wajah pria yang pernah menggetarkan jala lawan 474 kali dari 520 laga membela Barcelona antara tahun 2004-2021 itu. Dia berdiri mematung sendiri. Matanya menerawang jauh.

Menyapu entah berapa banyak penonton yang mengenakan jersey bergaris biru putih di atas stadion yang berkapasitas 82.566 penonton itu.
Di pipinya, sangat jelas, titik-titik bening bagaikan butir jagung menetes.

Lama… Air matanya menetes di Stadion New York New Jersey mengiringi pandangannya yang kosong. La Pulga, si kutu itu, seolah menyapa dengan kalimat, “saya gagal, sedih, dan akan pergi!”. (*).

BACA JUGA:  Ngobrol Santai dengan Nakhoda KM Tilongkabila: Bernostalgia Dihukum Guru SMP