Air Mata La Pulga

Unggul 1-0, Spanyol kian termotivasi ke final. Pada menit ke-58, satu tandukan P.Porro kembali memaksa kiper M.Maignan memungut si kulit bundari di dalam jaringnya, 2-0 untuk Spanyol yang bertahan hingga laga usai.
Melihat penampilan Argentina saat terjadi “Perang Malvinas” melawan Inggris dan keluarbiasaan Spanyol menggasak Prancis, penonton terpecah dua mendukung masing-masing finalis ini.

Namun saya menjagokan Spanyol karena sangat maklum De La Fuente telah menganalisis habis pola permainan Argentina saat berhadapan dengan Inggris dan ketika Spanyol menundukkan Prancis 2-0.

br

Gol semata wayang kemenangan Spanyol memang tercipta pada tambahan menit pertandingan. F.Torres memanfaatkan bola umpan tarik tandukan N.William di samping kanan gawang Martinez pada menit ke-106, berhasil menggetarkan jala Argentina. Messi tertekan karena harus bermain dengan 10 pemain setelah E.Fernandez diusir keluar lapangan pada menit ke-90+4. Spanyol pun juara Piala Dunia kedua kalinya setelah tahun 2010.

Tidak ada pesta yang tidak usai. Begitu pun dengan Piala Dunia 2026 yang berakhir di Stadion MetLife, New York, New Jersey 20 Juli 2026 dini hari hingga pagi Waktu Indonesia Tengah itu. Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Giovanni Infantino muncul di lapangan. Keduanya didampingi sejumlah sosok lainnya naik ke panggung.

BACA JUGA:  Ady Setiawan Ikut Usung Keranda Ibunda Dahlan Abubakar

Seorang lelaki dengan tinggi 170 cm yang dilahirkan di Rosario de Santa Fe, Argentina 24 Juni 1987, maju menerima hadiah medali perak. Kedua presiden menyalaminya. Donald Trump sempat menyapa, tetapi entah kalimat apa yang dikatakannya. Pria empat anak bertubuh mungil yang juga dijuluki “The Greatest of All Time” (GOAT) — sebagai pengakuan sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa — menuruni panggung dengan langkah gontai. Dia berjalan menjauhi panggung dan berhenti. Ada rasa sendu yang mendalam di dalam batin La Pulga (si kutu) — yang merujuk pada posturnya yang mungil sejak kecil — ini.

Di sini, di stadion ini, 10 tahun silam dia dan timnya kalah. Dan kali ini, juga di sini, kekalahan itu terulang lagi. Dan, kekalahan ini sangat menyakitkan, justru saat dia hendak memberi kenangan manis kepada Argentina menjelang usianya akan mencapai 43 tahun saat Piala Dunia digelar di dua benua, Eropa dan Afrika, pada tahun 2030. Usia yang membuat dia berpikir sudah waktunya menggantung sepatu.

BACA JUGA:  Jumpa Srikandi KM Tilongkabila; (1) “Manajer” MBG

Layar kaca TVRI Sports men-zoom wajah pria yang pernah menggetarkan jala lawan 474 kali dari 520 laga membela Barcelona antara tahun 2004-2021 itu. Dia berdiri mematung sendiri. Matanya menerawang jauh.

brbr
brbr
br