Andi Chaerunnisa Rahman, Guru Multitalenta Siap Bawa Pulang Emas Pembelajaran untuk PGRI Gowa

Gowa, NusantaraInsight — Di balik senyum dan langkah yang tak tergesa, Andi Chaerunnisa Rahman, S.Pd.,Gr menyimpan semesta kreativitas yang tak pernah lelah.

Guru SLB Negeri 1 Gowa ini bukan sekadar pengajar, dia adalah perajin pengalaman, yang merangkai ilmu, seni, dan empati menjadi satu tarikan napas pembelajaran.

Perjalanan pendidikan Nisa, demikian akrabnya disapa, dimulai dari bangku SD Inpres Kantisang, berlanjut ke SMPN 7 Makassar, dan menapaki puncak akademik di Universitas Negeri Makassar pada program Pendidikan Luar Biasa. Latar ini menegaskan komitmennya pada pendidikan inklusif, tempat setiap anak dipandang punya hak untuk berkembang.

Karier Nisa menempuh beragam peran yang memberi warna pada pendekatannya sebagai pendidik. Pada 2015–2016 ia mengurus administrasi keuangan dan general affairs di Briton English Course, lalu melanjutkan sebagai Admin Service di PT Sanggar Laut Selatan (2016–2018). Pengalaman sebagai behavioral therapist di Yayasan EDUfa Salamanca (2018–2022) memperkaya pemahamannya tentang kebutuhan khusus siswa. Kini ia mengabdi sebagai guru kelas ASN PPPK di SLBN 1 Gowa Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan yang sebelumnya menerjang peluh sebagai tenaga honorer yang pernah terdaftar di Disdik Sulsel. Ini bukti konsistensi dan kerendahan hati di dunia pendidikan inklusif.

BACA JUGA:  Hardiknas 2026 Luwu Timur Digelar di Wotu, Hasil Audiensi dengan Bupati Irwan Bachri Syam

Keahliannya melampaui ruang kelas. Dia mahir desain grafis, fotografi, videografi, dan seni musik, perpaduan keterampilan yang sering ia gunakan untuk membuat materi pembelajaran lebih hidup dan mudah dicerna oleh siswa SLB. Dari tangannya juga lahir logo Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa UNM, sebuah karya simbolik yang lahir dari kecintaan pada identitas akademik dan kebersamaan.

Sebagai pencetus tunggal dan pembuat logo himpunan tersebut, Ia menunjukkan bahwa kreativitas bisa menjadi bahasa perlawanan terhadap stereotip: bahwa guru luar biasa tak hanya mengajar, tapi juga merancang, mengabadikan momen, dan mempersembahkan estetika.

Kini Nisa mempersiapkan diri mengikuti cabang atlet lomba pembelajaran jenjang SLB, mewakili PGRI Gowa. Bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan upaya membuktikan bahwa praktik pembelajaran untuk penyandang kebutuhan khusus layak mendapat panggung dan penghargaan.

“Saya ingin membawa pulang emas untuk PGRI Gowa pada Porsenijar 2026 Sulsel di Sidrap kelak. Bukan sebagai tanda kehebatan, tapi sebagai suara untuk anak-anak yang sering tak terdengar,” ujarnya.

BACA JUGA:  PGRI Luwu Utara Percaya Diri Hadapi Porsenijar 2026

Andi Chaerunnisa Rahman adalah bukti hidup bahwa guru bukan hanya pengajar materi, melainkan penjaga harapan. Lewat keterampilan seni dan pengalaman terapeutik, ia merajut metode pembelajaran yang menumbuhkan harga diri peserta didik SLB. Di tangannya, setiap tugas bukan sekadar tugas, melainkan medan meraih kemandirian.