Ia mengatakan, PGRI Gowa menargetkan masuk tiga besar pada ajang tersebut. Pada pelaksanaan Porseni sebelumnya di Gowa, kontingen PGRI Gowa berada di posisi keenam.
“Target kami di Porsenijar PGRI 2026 di Sidrap adalah meraih peringkat tiga besar,” katanya.
Sappe optimistis target tersebut dapat dicapai. Salah satu indikatornya, kata dia, PGRI Gowa berhasil meloloskan empat tim dalam lomba inovasi pembelajaran pada lima tingkatan.
“Ini menjadi tanda-tanda baik bahwa PGRI Gowa punya peluang untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
Ia juga melaporkan perkembangan pembangunan Gedung Guru Gowa yang kini telah rampung.
Menurutnya, pelaksanaan Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Gowa pada 2028 tidak perlu lagi menyewa hotel di Makassar karena Gedung Guru Gowa sudah dapat dimanfaatkan.
“Gedung Guru Gowa sudah rampung dengan konstruksi yang cukup bagus dan mewah. Kehadiran gedung ini akan membuat para guru di Gowa semakin hebat,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Sulsel yang diwakili Sekretaris Umum, Dr. Abdi, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan Ibunda Guru PGRI Gowa.
Menurut Dr. Abdi, pengukuhan tersebut menjadi momen bersejarah karena baru pertama kali dilakukan oleh PGRI kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
“Ini merupakan momen sejarah. Belum pernah ada sebelumnya di kabupaten dan kota se-Sulsel. Bahkan PGRI Provinsi Sulsel juga belum sempat melakukan pengukuhan Ibunda Guru,” kata Dr. Abdi.
Ketua BAN-PDM Sulsel itu menyebut PGRI Gowa menjadi kabupaten pertama di Sulsel yang mengukuhkan Ibunda Guru.
Ia menilai langkah tersebut sebagai terobosan yang sangat luar biasa.
“PGRI Gowa merupakan kabupaten pertama yang melakukan pengukuhan Ibunda Guru di Sulsel. Ini sesuatu yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Dr. Abdi menjelaskan, keberadaan Ibunda Guru PGRI berada pada level Pengurus Besar PGRI, PGRI Provinsi, serta PGRI Kabupaten dan Kota.
Sementara pada tingkat PGRI cabang, kata dia, struktur Ibunda Guru tidak ada.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PGRI Gowa karena telah memilih sosok yang dinilai tepat untuk menjadi Ibunda Guru.
Menurutnya, Andi Tenri Indah memiliki sejumlah pertimbangan kuat, mulai dari latar belakang keluarga, kompetensi, rekam jejak, hingga posisi strategisnya di pemerintahan dan legislatif.
“Sosok Ibunda Guru PGRI Gowa ini adalah anak seorang guru. Selain itu, kompetensi dan rekam jejak beliau sangat baik. Beliau juga istri Wakil Bupati Gowa dan saat ini menjabat Ketua Komisi E DPRD Sulsel. Semua itu menjadi pertimbangan yang sangat layak,” kata dosen FISIP Unismuh Makassar tersebut.***













