banner 728x90

Sebuah Sketsa: PERLAWANAN MEONG KARELLA

NusantaraInsight, Makassar — Di sebuah kompleks perumahan yang tenang, di pinggiran kota tidak jauh dari Sungai Jeneberang, tinggal seorang wanita single parent, bernama Daeng Kebo. Rumahnya sederhana dan merupakan bangunan asli sejak kompleks perumahan dibangun. Sementara di sisi kiri kanan rumah Daeng Kebo bangunannya sudah mengalami renovasi.

Setiap pagi, Daeng Kebo selalu menyapu halaman rumahnya, dan menyiram tanaman. Kegiatannya itu sudah rutin dijalani bertahun – tahun. Ia sudah sudah menganggap olahraga pagi sekaligus rumahnya menjadi bersih.

Dan pada suatu pagi ketika sementara menyapu, Daeng Kebo melihat seekor kucing jantan berwarna kuning kecoklatan bergaris putih dan berjalan tenang masuk ke pekarangan rumahnya. Namun ia tidak peduli dan tetap menyapu.

Kucing yang berwarna kuning kecoklatan bergaris putih di kalangan orang Bugis biasa menyebutnya Meong Karella. Kucing berwarna Karella biasanya agak ganas dan bandel.

Dengan langkah-langkah pelan, kucing itu mendekati tempat sampah di ujung pojok pekarangan rumah Daeng Kebo. Tanpa ragu, kucing itu mulai mengaduk-aduk dengan cakarnya yang tajam isi tempat sampah yang terbuat dari kantong plastik yang digantung.

BACA JUGA:  Sebuah Esai: Ditemukan Selera Sastra Generasi Milenial di Sulsel

“Waduh, siapa yang menghamburkan sampah ini?” gumam Daeng Kebo yang sedang menyapu halaman. Begitu melihat kucing Karella itu, ia mengusirnya dengan suara keras, “Pergi! Jangan bikin kotor di sini!”

Kucing Karella itu terkejut dan melompat mundur. Namun sebelum ia pergi, kucing itu dengan sengaja mencari pintu pagar rumah, mengangkat ekornya, dan mengencinginya. Kemudian berjalan tenang menjauh. Daeng Kebo hanya bisa menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan kelakuan kucing tersebut.

Hari demi hari, kucing berwarna Karella hampir setiap hari datang ke rumah Daeng Kebo, apabila pintu rumahnya terbuka. Kucing Karella ini datang tidak tentu waktunya, kadang pagi, kadang siang dan kadang malam. Olehnya agak sulit untuk menjaga setiap saat pintu rumah agar menghalau kucing Karella itu jangan masuk rumah. Ia datang pada saat tidak disangka.

Setiap kali kucing Karella masuk rumah Daeng Kebo dan sasarannya mencari makanan. Ia sudah mulai hapal lokasi makanan yang bisa di dapat. Paling tidak ia mendatangi dapur basah karena disana terdapat wadah tempat membuang sisa makanan setiap hari.

BACA JUGA:  Pegiat Literasi Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Menjadikan Kebun Sebagai Ruang Alternatif Bersama

Setiap kucing Karella ini dilihat Daeng Kebo pasti diusirnya. Setiap diusir pasti akan berjalan tergesa-gesa keluar. Setiap kali diusir, kucing Karella itu akan melakukan hal yang sama: mencari pintu kulkas atau pintu rumah, mengencinginya, lalu lari menjauh. Daeng Kebo semakin kesal dengan melihat tingkah kucing Karella itu, tapi ia juga merasa penasaran, apa yang membuat kucing Karella ini selalu datang kembali?

Iklan Amri Arsyid