HARI TARI SEDUNIA 2026: MENARI DI RUANG INKLUSI

Sebagian penari pendukung acara HTS 2026 di TSM Makassar (dok Bagahawan Ciptoning )
Sebagian penari pendukung acara HTS 2026 di TSM Makassar (dok Bagahawan Ciptoning )

Selanjutnya penampilan berpindah dari ruang ke ruang secara estafet, mulai Plaza depan ”Honda Motor” di Selatan hingga Plaza Utara depan “Oh Some” dan samping outlet “Fore”.

Menampilkan penari tunggal, Fathir, dengan judul karya “Penjara Tradisi“. Jelang Magrib lanjut kembali mempertunjukkan Tari “Pagellu” dan “Galaganjur” di Kawasan depan Barat TSM. Di tutup dengan penampilan Dance Kazaki Art School.

Menurut Widi Fahmy Syariff – Koordinator acara, penampilan tari HTS 2026 ini didukung sepenuhnya oleh Balla Mangkasara, Konri- Konservatori Tari Sulsel, Fakultas Seni UNM, SMKN 1 dan 2 Kabupaten Gowa.

Seluruh pendukung dapat menjadi media interaksi, komunikasi dan belajar bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Dalam HTS kali ini, kami memilih Kembali kawasan TSM untuk melibatkan serta mendekatkan pegiat seni tari dengan generasi Z kelahiran tahun 1997 hingga 2012 yang tumbuh seiring perkembangan budaya teknologi digital, juga melibatkan generasi Alpha kelahiran 2012–2025, generasi digital native sejati yang lahir di era smartphone dan Artificial Inteligence (AI).

Mereka yang dikenal sangat familier dengan internet, mandiri, kreatif, namun memiliki kebiasaan fokus rendah dan kurang berinteraksi sosial, termasuk dengan kegiatan seni budaya.“Ungkap Widi.

BACA JUGA:  Eksistensi Pak Ogah di Jalan Raya, Persoalan Sosial. DR. Imran Kamaruddin S. Kom: Solusi Lintas Sektoral!

Acara ini tetap dapat berlangsung meriah meski tanpa sponsor, sesuai kesepakatan dengan pihak TSM. Ditonton oleh ratusan pengunjung mal, silih berganti dari pagi, siang hingga malam hari.

Demikianlah, seni tari di Makassar pun kian memasuki era modern, beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan zaman, menjadi semakin dekat dengan masyarakat luas dengan keberanian hadir di beragam tempat, juga melalui live streaming multi platform media hiburan.

“Melalui peringatan HTS ini, masyarakat kembali diajak bergembira sambil mengenal berbagai jenis tarian dari berbagai genre budaya. Bersama merawat, melestarikan warisan sekaligus, memanfaatkan dan mengembangkan seni tari tradisional, serta ikut merasakan kegembiraan melalui gerakan tari kontemporer, pop, modern.“ Harap Lina.

Tidak ada batasan keterlibatan dalam menari karena seni tari dapat dilakukan oleh siapa saja dari berbagai usia dan latar belakang, bisa dinikmati di arena mana saja, kapan saja. Menari adalah ruang inklusi.

Tamamaung 30 April 2027
Yudhistira Sukatanya
(Penulis, sutradara, budayawan)