Catatan pertunjukan Teater Kepahlawanan Sultan Hasanuddin: SANG HERO PENJAGA MARTABAT MANUSIA

Sultan Hasanuddin ( Ferdinan )
Sultan Hasanuddin ( Ferdinan )

Dan tujuan tersirat dan tersurat dari pementasan itu, upaya memperkenalkan, mengenang dan menularkan semangat juang pahlawan nasional Sultan Hasanuddin, Sultan Gowa ke-16 yang terlahir dengan nama Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape telah berhasil disampaikan dengan gemilang oleh Sanggar Seni “Teater Kita” Makassar.

Menurut pimpinan produksi Andi Taslim Saputra yang menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program Kementerian Kebudayaan Fasilitasi Bidang Kebudayaan Teater Kepahlawawan 2024. Pertunjukan tersebut didukung sekira 100 pekerja seni yang terdiri dari tim produksi dan tim artistik. Garapan artistiknya mengkolaborasikan elemen teater, tari, musik, rupa dan video mapping animasi, berdurasi sekira 75 menit. Video mapping ditata oleh Devitson Johns Carlos dan Reza Destavianto. Lighting oleh Sukma Sillanan dan desain grafis oleh Suyudi. Penata gerak Ridwan Aco dibantu asisten Wahyu Youngdong.

Rektor Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn dalam sambutan pembukaannya, mengatakan : Saya tidak yakin generasi muda yang lahir tahun 2000-an mengenal sejarah Sultan Hasanuddin. Oleh sebab itu saya berterimakasih kepada Kementerian kebudayaan yang memberi fasilitasi kepada anak bangsa ini, untuk mengenalkan siapa pahlawannya, memberi rasa hormat kita pada para pendahulu dan bagaimana sikap kita sesungguhnya di bidang kebudayaan, kita harus kembali ke fitrah kita. Hari ini kita tidak hanya menyaksikan petunjukan tetapi kita juga diajak mengenali sejarah, meskipun sejarah itu ditampilkan dalam kemasan estetika.

BACA JUGA:  Perjalanan Kepenyairan Pulo Lasman Simanjuntak Sepanjang Empat Puluh Tiga Tahun

Demikianlah, dapat diketahui bahwa melalui pertunjukan teater, dapat memberi pemahaman bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, kesetaraan tidaklah mudah, tapi telah melalui proses sejarah panjang kejuangan yang tercatat pada rantai kisah-kisah perjuangan nan heroik, bersimbah darah dan airmata. Medan juang tentu melibatkan sejumlah tokoh Pahlawan kesuma bangsa, dalam peristiwa yang patut dikenal dan dikenang.

Sultan Hasanuddin sesungguhnya seorang yang sangat religius, jauh dari penggambaran sangar. Meski di sisi lain, ia selanjutnya dikenal sebagai pemberani, penentang keras praktik monopoli perdagangan yang dilakukan VOC. karenanya oleh Belanda, ia bahkan diberi julukan “De Haantjes van Het Oosten” atau Ayam Jantan dari Timur. Sang hero penjaga martabat manusia.

Pertempuran pada tahun 1669 yang dikenal sebagai Perang Makassar. VOC Belanda berhasil menguasai benteng terkuat Gowa yaitu Benteng Sombaopu, bahkan memporak-porandakannya pada tanggal 24 Juni 1669. Sultan Hasanuddin wafat ketika berusia 39 tahun karena sakit yang dideritanya, pada tanggal 12 Juni 1670. Ia dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa. Setelah setelah meninggal ia digelar Tumenanga Ri Balla Pangkana.