Demikianlah, sebagaimana diketahui bahwa, perjuangan bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan memang tidaklah mudah, telah melalui sejarah panjang kejuangan yang tercatat pada rantai kisah-kisah perjuangan nan heroik, bersimbah darah dan airmata, melibatkan sejumlah tokoh Pahlawan kesuma bangsa berkarakter kuat, dalam peristiwa yang patut dikenal dan dikenang.
Karya panggung teater “Sultan Hasanuddin” dalam garapan sutradara Asia Ramli Prapanca yang dibantu asitennya Alif Anggara, malam itu mampu tampil apik, patut di puji. Memadukan bentuk seni panggung modern lintas media dengan bahan ramuan akar seni tradisi. Mereka berkolaborasi dalam karyanya dengan orang-orang dari seni rupa, seni musik, seni tari, seni media, menjadikan karya tersebut dapat tampil artistik, puitik.
Mampu menarik minat, memukau ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, pelajar, seniman, budayawan, jurnalis, politisi bahkan para dosen pengajar dan masyarakat umum. Para fotografer pun tak mau kehilangan mometum, hingga tak segan berebut mengabadikan momen-momen artistik.
Menurut sutradara, konsep pertunjukan ini dirancang melalui riset pada berbagai sumber dilanjutkan dengan kajian dramaturgi oleh tiga teaterawan: Bahar Merdhu, Azis Nojeng, Aco Muhammad. Mereka menjaring aneka kearifan lokal yang mengandung pesan agar generasi muda masa kini, generasi Z dan Alpha, melalui tontonan teater dapat ikut menghargai perjuangan kepahlawanan Sultan Hasanuddin yang memerintah Kesultanan Gowa mulai tahun 1653 sampai 1669.
Kisah Perjuangan Sultan Hasanuddin memperlihatkan bagaimana kekuatan karakter pemimpin negeri ini ketika memilih solusi dari kesulitan kehidupan yang penuh liku dan tantangan. Keteguhan sikap, semangat kepahlawanan, kesetiakawanan dan keberpihakan pada kemanusiaan menjadi warisan nilai yang berharga dalam pembentuk karakter generasi muda, anak bangsa perlu diwariskan. Bagaimana cara ketika pengambilan keputusan yang mesti dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan segala aspek resikonya. Menunjukkan ketekunan, keberanian, kecerdasan lahir dan batin serta kerja keras ketika Sultan Hasanuddin mesti menjaga martabat diri dan warganya dari ronrongan lawan.
Sikap agung agar dapat menginspirasi generasi muda agar memiliki jati diri, mempertahankan identitas, budaya, tradisi, warisan nilai-nilai sejarah dari kekayaan budaya yang berasal dari khasanah Sulawesi Selatan.
Asia Ramli Prapanca pun berharap, melalui pertunjukannya, generasi muda dapat belajar atas peristiwa masa lalu tersebut. Mesti selalu bersikap waspada dari ancaman gangguan bangsa lain dan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama di masa depan. Demikian pula, generasi muda diharapkan dapat memiliki karakter yang kuat, mampu memahami nilai-nilai universal seperti kesetaraan, keadilan, kebersamaan dalam menjaga martabat manusia di muka bumi.













