Kegiatan pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Melalui penguatan kapasitas kader PKK dan pengembangan komoditas kelapa sebagai potensi unggulan daerah, masyarakat didorong untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga serta memperluas peluang usaha yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Dr. A. Lukman Irwan, S.IP., M.Si menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak merupakan faktor penting dalam memastikan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Pada sesi diskusi, peserta secara aktif menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mengembangkan potensi ekonomi desa.
Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.
Ketua PKK Desa Bontomarannu, Harpina, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara UNHAS dan masyarakat Desa Bontomarannu dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kehadiran tim dari Universitas Hasanuddin memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi kader PKK. Ke depan kami berharap ada pendampingan lanjutan sehingga kader PKK semakin mampu berkontribusi dalam mendukung Program GEMERLAP dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Harpina.
Melalui kegiatan ini, UNHAS kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Dukungan pendanaan dari LPPM UNHAS Tahun Anggaran 2026 menjadi wujud nyata komitmen dalam mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan Program GEMERLAP sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.













