News  

IPMI Terbitkan Antologi Puisi “Selayar Berlayar”, Hadirkan 30 Suara Penyair dari Sulsel dan Sulbar

Makassar, NusantaraInsight — Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI), bekerja sama dengan Penerbit Arya Pustaka, kembali menerbitkan sebuah antologi puisi berjudul “Selayar Berlayar”.

Buku ini menghimpun karya 30 penyair asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dan dijadwalkan akan diluncurkan di Makassar pada akhir Agustus mendatang.

br

Adapun antologi “Selayar Berlayar” memuat karya-karya terbaru dari sejumlah penyair senior yang tergabung dalam Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT).

Nama-nama yang tercantum antara lain Mahrus Andis, Asia Ramli Prapanca, Suradi Yasil, Andi Marliah, Muliati Mastura, serta penyair-penyair muda dari kedua provinsi.

Tema-tema yang diangkat berkisar pada pengalaman laut, perjalanan, identitas lokal, serta refleksi sosial dan spiritual.

Menurut Ketua Umum DPP IPMI, Muhammad Amir Jaya, penerbitan antologi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendorong produksi sastra regional dan memberi ruang bagi suara-sua suara lokal agar lebih terdengar di panggung sastra nasional.

“Antologi ‘Selayar Berlayar’ lahir dari kebutuhan untuk merekam dan memperkenalkan ragam pengalaman sastrawi dari kawasan timur Indonesia. Kami ingin menegaskan bahwa karya-karya dari Sulawesi tidak kalah kaya dan mendalam dibandingkan pusat-pusat sastra di Pulau Jawa. Buku ini juga menjadi wadah bagi penyair senior dan generasi penerus untuk saling berinteraksi dan mewariskan tradisi ke-penyairan,” ujar Muhammad Amir Jaya kepada media, Selasa (4/8/2026)

BACA JUGA:  Tigalapan Indonesia dan Rumah Zakat Hadirkan Harapan Baru di Makassar

Amir Jaya menambahkan, “Penerbitan ini sekaligus upaya IPMI untuk memperkuat jaringan literasi di tingkat daerah; kami berharap antologi ini dapat masuk ke perpustakaan sekolah, taman baca, serta program pembinaan sastra lokal. Peluncuran di Makassar akan kami isi dengan pembacaan puisi, diskusi panel, dan sesi tanda tangan buku.”

Ia juga menyampaikan acara akan digelar akhir Agustus di Makassar dengan rangkaian kegiatan: pembacaan puisi oleh para kontributor, diskusi tentang kebijakan pembinaan sastra lokal, serta pembagian buku kepada komunitas dan sekolah. Waktu dan lokasi pasti akan diumumkan kemudian oleh DPP IPMI.

brbr
brbr
br