Gerakan Lindajang Hijau: Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos

Luwu, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Gerakan Lindajang Hijau: Mengubah Sisa Sayur dan Sampah Organik Menjadi Kompos Ember Rumah Tangga di Kelurahan Lindajang, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Jumat, 31 juli 2026 lalu.

Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik Pemberdayaan Desa yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri.

br

Kegiatan ini mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Pelaksanaan program dilakukan melalui penyampaian materi mengenai dampak penumpukan sampah organik terhadap lingkungan, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan kompos menggunakan ember rumah tangga sebagai media pengomposan yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Penanggung jawab program kerja, PHERONYCHA, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan kepada masyarakat agar mampu mengolah sampah organik menjadi produk yang bernilai guna.

“Melalui program ini kami ingin mengajak masyarakat agar tidak lagi menganggap sisa sayur dan sampah organik sebagai limbah yang harus dibuang. Dengan cara yang sederhana, sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan,” ujar PHERONYCHA

BACA JUGA:  SMKN 1 Pangkep Lakukan Kunjungan Industri P5 di Semen Tonasa

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut melibatkan Pemerintah Kelurahan Lindajang dan masyarakat setempat. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan kompos ember mulai dari pemilahan sampah organik, penyusunan bahan ke dalam ember, hingga cara perawatan kompos agar proses penguraian berlangsung secara optimal.

Sementara itu, Andi Syahri, S.A.N., M.A.P., selaku Lurah Lindajang, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan pelestarian lingkungan.

“Kami mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin melalui program ini. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam mengelola sampah organik. Harapannya, kebiasaan membuat kompos ember dapat terus berlanjut sehingga lingkungan Kelurahan Lindajang menjadi lebih bersih, sehat, dan hijau,” ujar Andi Syahri, S.A.N., M.A.P., Lurah Lindajang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik terus meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi volume sampah rumah tangga, serta menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk mendukung penghijauan dan pertanian di Kelurahan Lindajang.

brbr
brbr
br