Bima, NusantaraInsight — Wakil Bupati Bima dr.Irfan Zubaidy mengatakan, bumi Parado merupakan salah satu pusat sebagian kekayaan Kabupaten Bima.
“Di bawah kaki kita ini tersimpan deposit emas yang luar biasa berlimpah. Kekayaan yang dianugerahkan khusus kepada Kabupaten Bima yang ada di Kecamatan Parado,” ujar dr.Irfan Zubaidy ketika membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Kecamatan Parado yang dipusatkan di Paruga Paranaka Desa Kanca Kecamatan Parado, Senin (3/8/2026) malam.
Deposit emas di Kecamatan Parado pernah diincar oleh salah satu investor beberapa tahun lalu. Namun ditolak oleh masyarakat dengan dalih akan merusak kelestarian alam Parado. Tetapi kini, hutan Parado justru juga gundul untuk kepentingan pertanaman jagung yang berlangsung sejak tahun 2017 hingga kini.
Wabup Bima dr. Irfan Zubaidy mengungkapkan rasa kagumnya melihat dekorasi panggung yang luar biasa dan sangat Qurani. Dekorasi panggung ini termasuk yang terindah di tingkat kecamatan se-Kabupaten Bima.
“Saya jatuh cinta dengan Parado dan berencana membangun rumah di Parado serta akan menjadi warga Kecamatan Parado,” ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut.
Ayah tiga anak yang dilahirkan 24 November 1968 ini menyebutkan, Parado memiliki hutan, alam, daratan, pantai, dan lautan yang kaya. Tidak hanya itu, di Parado ini lahir sejumlah ulama besar. Guru-guru yang terhormat, qari/ah yang luar biasa. Pemuda-pemuda hebat, Profesor, Doktor, keahlian di mana-mana saja. Luar biasa.
“Dan, kita harus bangga dan menjaga kekayaan ini. Salah satu cara agar kita bisa menjaga keberkahan ini, yaitu menjaga syiar agama Allah swt. Kita menjaga ayat-ayat Allah swt. Kita menjaga Quran Allah swt,”ujar Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bima tersebut.
Lelaki yang juga menjabat Ketua KONI Kabupaten Bima tersebut mengatakan, kita bangga menjadi orang Bima. Ketika kita kecil dulu, pada setiap lorong, dusun-dusun, desa-desa pun, terdengar lantunan ayat-ayar Kitab Suci Alquran setiap magrib.
Irfan Zubaidy mengisahkan, sekitar 12 tahun silam kedatangan seorang tamu dari Yordania, Dr.Syekh Abdul Salam, dan diajak keliling Kabupaten Bima. Dia sangat kagum karena melihat perempuan Bima semuanya mengenakan “rimpu” (semacam cadar dari dua lembar sarung). Dia juga mengagumi bacaan Alquran anak-anak Bima bagus. Mahrajnya bagus.
“Jadi cara kita menjaga keberkahan itu adalah dengan menghidupkan bacaan ayat-ayat Alquran. Oleh sebab itu, kepada para dewan hakim agar memberikan penilaian yang objektif tanpa melihat kepentingan tertentu,” pungkas dr.Irfan Zubaidy dalam acara yang dihadiri oleh Camat Parado Hamzah, S.Sos, Ustaz Dr.H.Bukhari Muslim, SQ. M.Si. (Imam Rawatib Masjid Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan), Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel Dr.Drs. H.M.Dahlan Abubakar, M.Hum, jajaran Pemkab Bima, para Kepala UPT Tingkat Kecamatan Parado, Kapolsek Parado, Dan Pos Ramil Parado, para kepala Desa Kanca, Paradorato, Paradowane, Kuta, dan Lere.


br
br
br






br
br






br