Hafidz Muksin: Festival Sastra Kepulauan Bisa Libatkan Pelajar Asing

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, S.Sos.,M.Si
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin, S.Sos.,M.Si beserta rombongan saat berkunjung ke Teater Kita Makassar

Makassar, NusantaraInsightKepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, (Kemendikdasmen) Hafidz Muksin, S.Sos.,M.Si menyatakan Festival Sastra Kepulauan memiliki potensi untuk melibatkan peserta dari luar negeri, termasuk pelajar dan mahasiswa asing yang mempelajari bahasa Indonesia.

Hal ini disampaikan saat diwawancarai media ini, Kamis (6/8/2026) di Teater Kita Makassar, saat kunjungan yang didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan; Toha Machsum, M.Ag

Menurut Hafidz, festival yang bersifat ekosistem ini perlu dikembangkan secara kolaboratif melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pihak swasta.

“Festival ini bisa diperdalam karena sifatnya yang festival, dan sastra harus dikenalkan kepada seluruh ekosistem,” katanya.

Ia mengusulkan perluasan target peserta agar tidak hanya melibatkan pelaku sastra, tetapi juga generasi muda, mahasiswa, dan pelajar.

Hafidz menyoroti pentingnya memasukkan pembelajar bahasa Indonesia dari luar negeri, baik yang sedang belajar di Indonesia maupun di negara lain, sehingga mereka dapat menampilkan hasil pembelajaran melalui kegiatan seperti lomba pidato, mendongeng, berbalas pantun, dan menyanyi.

BACA JUGA:  Palestina, Aku Datang!

Rangkaian lomba tersebut, kata Hafidz, dapat diadakan di berbagai daerah dengan finalis diundang ke Jakarta untuk memperebutkan gelar juara.

“Nominasi akan dipilih; misalnya lima nominasi tiap lomba, kemudian diundang ke Jakarta untuk mencari terbaik satu dan dua,” ujarnya.

Untuk menjadikan Festival Sastra Kepulauan acara tahunan yang berkelanjutan, Hafidz menyebutkan dua upaya utama: menumbuhkan ekosistem komunitas sastra agar terus aktif, dan menjalin kolaborasi antar lembaga. Ia mencontohkan peran Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan yang dapat dijadikan mitra untuk membranding event ini sebagai model pembinaan sastra di Sulawesi Selatan.

Hafidz juga mengapresiasi dukungan media dalam publikasi acara. “Kalau tidak dipublikasikan dengan baik, kegiatan yang bagus tidak akan dikenal,” katanya.

Pesan Kepada Penggiat Sastra Sulsel

Pesan kepada penggiat sastra di Sulawesi Selatan, Hafidz mendorong peningkatan apresiasi terhadap komunitas dan sastrawan.

Ia menilai sastra berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang cerdas, kritis, imajinatif, dan santun dalam berbahasa.

Melalui sastra, anak-anak dapat belajar mengolah rasa dan mengungkapkan gagasan secara lebih halus, baik dalam puisi, cerpen, maupun karya lain.

BACA JUGA:  Menarik, FGD Gerakan Pembelajaran Budaya Bugis di Sulsel, Ajiep Padindang Sebut Sekolah Budaya Bugis

Badan Bahasa, lanjut Hafidz, telah menyediakan ruang kreativitas berupa majalah liris dan fasilitas antologi untuk menampung karya mahasiswa, guru, dan siswa.

brbr
brbr
br