Obituari Hj.Hatifah Dg.Rannu Binti Massuara Dg.Sikki : Bayi Tertukar Mempertemukan Kami

Hj Hatifah Dg.Rannu Binti Massuara Dg.Sikki, ibunda H.Andy Azis Peter, S.H.,M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa
Hj Hatifah Dg.Rannu Binti Massuara Dg.Sikki, ibunda H.Andy Azis Peter, S.H.,M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa

’’Tidak mungkin tertukar,’’ demikian jawaban yang diberikan kepada petugas rumah bersalin meyakinkan Peter.

Selama sepuluh tahun, isu tersebut bagaikan tersimpan rapi dalam file benaknya. Dia tidak pernah gubris lagi. Meskipun selalu saja isu tersebut mengiangkan di pikirannya. Bahwa, Lies anak yang dipeliharanya sekarang bukanlah anaknya sendiri.
Walau keluarga Peter Hamzah tidak yakin anak itu tertukar, keluarga yang lain justru terbalik. Mereka masih yakin kalau anak itu tertukar. Bahkan orang tua Peter Hamzah sendiri yakin kalau anak itu tertukar.

Usaha meyakinkan Peter Hamzah ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Istrinya sering memasang foto Rahmati di atas meja agar suaminya melihat dan yakin bahwa yang terpampang di foto itu adalah anak kandungnya sendiri. Peter Hamzah tak juga mau mempercayainya.

Malah foto itu dia boyong ke kantor dan teman-teman sekerjanya dimintai komentarnya mengenai foto tersebut. Hasilnya, belum mampu meyakinkan Peter Hamzah sepenuhnya, hingga tiba saat ’sandiwara’ pada acara perpisahan dan penamatan di SDN Mangasa itu.
Tidak susah mempertemukan kedua gadis cilik itu pasca acara perpisahan dan penamatan sekolah. Kedua anak itu sendiri dengan rela menerimaan kenyataan tersebut. Mereka mau kembali ke orang tuanya masing-masing. Tidak perlu pemeriksaan darah segala. Mereka telah yakin dan sepakat Rahmawati anak Peter Hamzah dan Lies anak Gani Sam. Walau keduanya kembali ke orang tuanya masing-masing, namun Peter Hamzah mengatakan kepada keluarga Gani Sam,’’ Semua anakmu, anakku juga’’.

BACA JUGA:  Terpilih Sebagai Ketua PGRI Cabang Salomekko, Andi Ikbal: ini Amanah 

Pada usia 15 tahun, saat tulisan ini diturunkan di Suara Karya Jakarta, 1983, keduanya sudah duduk di kelas 3 SMP di Sungguminasa. Keduanya satu kelas. Lies pun dapat bagian warna bajunya terkadang sama. Bila minggu pertama, Rahma bermalam di rumah Lies, minggu berikutnya Lies ikut bermalam di rumah Rahma. Tak tampak nostalgia mengharukan di wajah keduanya, ketika penulis temui seminggu sebelum gerhana matahari total di Indonesia tahun 1980.

Keduanya, laksana saudara kembar. Perpisahan 12 tahun telah membuat keduanya seperti berkeluarga dan bersaudara.

Kini, Rahma sudah berkeluarga. Tahun 2009, suaminya meninggal dunia, meninggalkan beberapa anak dan Rahma yang bekerja sebagai seorang guru. Akan halnya Lies, bersama beberapa orang anaknya dia mengikuti suaminya yang bekerja di kantor PLN Tanah Jawa. Mereka sering bertemu jika ada hajat keluarga. Atau paling tidak saat usai Ramadan mereka berkumpul di Sungguminasa, Gowa. Saya mendengar informasi dari keluarga Rahma, Lies juga sudah berpulang.,

Saya dan istri masih ingat 9 Juni 2023, saya dan istri terakhir bertemu dengan Hj Hatifah. Hari itu, Ir.H.Ahmad Rijal dan Prof.Dr. Munira Hasjim, S.S.,M.Hum, mengundang kami ke kediaman almarhumah Bonto-bontoa Sungguminasa Gowa. Acara malam hari itu sebenarnya tidak ada yang Istimewa, tetapi bagi saya sangat istimewa. Pasalnya, saya berkesempatan mendokumentasikan sejumlah foto zaman dulu (zadul) Hamzah Daeng Tompo, metua Hatifah yang kelak akan menjadi ilustrasi kisah Pacallayya itu yang sudah rampung saya tulis. Kisah itu dominan berisi catatan Pacallayya selama sembilan tahun ditahan di penjara Makassar dan belum pernah terpublikasikan di mana pun.

BACA JUGA:  KKNB INTI Usai, Mahasiswa Posko Empoang Pamer Produk UMKM Ber-NIB

Kini, perempuan yang saya kenal 45 tahun silam itu telah tiada. Menyusul Lies, anak yang 12 tahun pernah dirawatnya. Menyusul mertuanya Hamzah Daeng Tompo yang berpulang puluhan tahun silam. Juga menyusul Peter Hamzah yang berpulang beberapa tahun silam.

“Bismillahirrahmanirrahim. Allahummaghfirlaha Warhamha Wa ‘afiha Wa’fu ‘Anha, Wa Akrim Nuzulaha.Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. telah berpulang ke rahmatullah Ibunda Kami Tercinta Hj. Hatifa Karaeng Rannu binti Massuara Karaeng Sikki. Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, lindungilah, serta muliakanlah tempatnya. Dekatkanlah di sisi-Mu dan balaslah semua kebaikannya selama di dunia. Aamiin ya Rabbal Alaamiin,” tulis putranya Andy Azis Peter melalui Instagram #andyazispeter. (M.Dahlan Abubakar).