Melalui seminar anti-bullying ini, mahasiswa yang mengikuti Program Kerja Nyata (KKN) di UIN Alauddin Makassar berupaya menanamkan pemahaman sejak dini kepada para siswa bahwa perundungan tidak pernah dapat dibenarkan. Inisiatif pendidikan ini juga dirancang untuk membantu siswa mengenali perilaku perundungan, menghindari terlibat dalam perundungan, serta memiliki keberanian untuk meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa saat menghadapi masalah semacam itu.
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada para siswa selama seminar berlangsung, tetapi juga membantu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pelaksanaan program pendidikan anti-bullying ini merupakan bagian dari komitmen para mahasiswa yang mengikuti Program Kerja Nyata (KKN) di Posko 8 UIN Alauddin Makassar untuk mewujudkan inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemahaman dan kesadaran yang lebih baik di kalangan generasi muda di Desa Bulukamase.
Ungkapan Para Siswa/I MIN 4 SINJAI Tentang Pengalaman Mereka Terkait Perundungan
Salah satu momen yang sangat berkesan selama acara tersebut terjadi ketika para mahasiswa KKN meminta para siswa untuk menuliskan perasaan dan pengalaman mereka setelah mengikuti pelajaran tentang perundungan. Para siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan, termasuk pengalaman yang pernah mereka alami serta kejadian yang pernah mereka saksikan di antara teman-teman mereka.
Dari kumpulan tulisan yang dikumpulkan, beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka pernah mengalami perundungan dari teman sebayanya. Pengalaman yang mereka ceritakan tidak hanya berupa ejekan, tetapi juga tindakan fisik seperti ditendang dan didorong, serta menjadi sasaran komentar yang mereka anggap tidak pantas.
Dalam tulisan-tulisan mereka, para siswa menggambarkan pengalaman-pengalaman tersebut dengan bahasa sederhana yang mencerminkan apa yang mereka rasakan. Salah satu cara yang digunakan para siswa untuk mengekspresikan hal ini dalam tulisan mereka adalah melalui deskripsi tentang rasa tidak nyaman yang mereka rasakan ketika diperlakukan dengan kasar oleh teman-teman sebayanya.
“Saya pernah dipukul dan diejek bersama teman di kelas.” (Siswi Akila)
Siswa-siswa lain juga menceritakan pengalaman mereka saat menjadi sasaran komentar yang tidak pantas dari teman-teman mereka
“Saya pernah tidak diajak bicara dan pernah diejek memakai nama orang tua.” (Siswi Arsyila A.A)












