Waktu dan Tempat Dipersilakan, Bisakah?

Pengguna bahasa yang selalu melakukan kesalahan seperti ini sebenarnya agak ‘mbalelo’ (plin-plan) menggunakan dan “memperlakukan” kata yang memperoleh presfik /mem/. Sebab, pada kata-kata lain yang awal kata dasarnya fonem /p/, pengguna bahasa juga konsisten. Misalnya, kata /memutus/ dari kata /putus/, tidak pernah mengatakan atau menulis /memputus/kan/. Begitu pun /meminjam/ dari kata /pinjam/ tidak pernah menulis kata /mempinjamkan/.

Mungkin hanya persoalan latah saja karena mendengar dan membaca banyak orang yang salah menggunakannya, sehingga ikut-ikutan. Padahal ‘bahasa itu menunjukkan bangsa’, demikian bunyi pepatah Melayu yang bermakna bahwa bahasa dapat mencerminkan peradaban dan martabat bangsa atau orang tersebut.

Terima kasih, Bung Willy sudah menghadiahkan sebuah buku yang memicu saya menulis dan bisa menebengkannya dengan pengalaman mengajarkan berbahasa Indonesia yang baik dan benar kepada para mahasiswa. Salam sehat selalu.

(Makassar, 11 Januari 2025).

BACA JUGA:  Abang Saya Mau Berhenti Kuliah Saja, Kenapa ?