Tidak terasa malam semakin larut, jarum jam terus berputar terlihat sudah pukul 23.12 malam, para peserta Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) DPD PKS Kota Makassar tampak tak tergoyahkan dalam mengikuti materi tentang yang bertemakan ikhlas. Dalam suasana yang hening dan gelap, cahaya kecerdasan spiritual terpancar dari wajah-wajah para peserta yang penuh antusias. Ustaz Irwan dengan penuh khusyuk membara menghidangkan menu ikhlas, Meski waktu telah menunjukkan larut malam, demikian pula para peserta semangatnya tak tergoyahkan sedikitpun oleh godaan ngantuk, godaan dingin yang mengguyur seantero tubuh para peserta makin menajamkan pemahaman akan nilai ikhlas terus menyala, menciptakan suasana yang sarat dengan kebersamaan dan ketekunan.
Sang moderator yang dipercayakan oleh panitia memandu acara tersebut yakni Sudirman Pance membuka gembok pintu forum tanya jawab dengan mengizinkan para peserta untuk secara bebas menyampaikan, para peserta pun dengan antusias mengajukan pertanyaan dan tanggapan yang memperkaya dinamika diskusi, menciptakan lingkungan yang mempromosikan pertukaran ide yang produktif dalam mengokohkan dan mensolidkan sesama anggota pelopor PKS Kota Makassar dalam kerja-kerja dakwah.
Dalam momen langka itu sebagai peserta terakhir yang diberi kesempatan oleh moderator untuk berbicara dalam forum tersebut, saya mencoba menyampaikan pandangan saya tentang apa yang saya pahami mengenai Ikhlas.
Ikhlas adalah satu kata kerja yang mengandung makna tulus dan tawakal. tindakan ikhlas tercermin dalam niat yang bersih dan tanpa pamrih. Ikhlas mengajarkan pada kita untuk menjalankan segala perbuatan dengan tujuan yang murni, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau ekspektasi orang lain. Singkatan dari kata IKHLAS sendiri adalah :
I – Istiqomah
K – Konsisten
H – Hati
L – Luhur
A – Amal
S – Sabar
Dalam teori tabula rasa, makna ikhlas dapat diinterpretasikan sebagai sikap bawaan yang muncul dari pengalaman dan lingkungan.
Sebagaimana yang terdapat dalam setiap elemen Ikhlas (Istiqomah, Konsisten, Hati, Luhur, Amal, Sabar) memiliki relevansi dengan konsep tabula rasa, di mana setiap tindakan dan nilai-nilai tersebut membentuk perjalanan spiritual seseorang tanpa beban prasangka atau pengaruh luar yang sudah ada sejak lahir.
Saya mengakhiri pandangan saya dengan mengajukan pertanyaan yang memicu pemikiran mendalam. menciptakan momen yang memperkaya diskusi dan menambah dimensi baru pada topik yang dibahas.
Galesong Utara, 4 Desember 2023












