Padahal, sebelumnya, dia ragu melakukannya. Dari ragu, kini membuatnya lebih yakin untuk berkarya lewat string art. Pembelajaran lainnya yang diperoleh, yakni selama mengerjakan studi khusus ini, dia merasa lebih teliti dan lebih sabar dalam mengaitkan benang-benang kreasinya tersebut. Semua proses pembuatan kriya string art yang dijalani hingga sekarang, mampu membentuk visual tertentu, yang menghasilkan sebuah karya seni.
Oda punya alasan tersendiri, mengapa menekuni string art, dan menjadikan string art sebagai karya yang akan dipamerkan. Pertama, karena dalam lingkup seni rupa Unismuh, dia jarang mendapati karya seperti itu. Kedua, sebab dia memiliki ketertarikan terhadap karya string art itu sendiri. Ketiga, sejak pertama kali membuat karya string art, dia sudah tertarik dan terus tertantang untuk membuat karya string art selanjutnya. Jatuh cinta pada pengalaman pertama itulah yang membuatnya antusis untuk terus menghasilkan karya string art hingga saat ini.
Sejak semula, kisah Oda, karya string art yang dibuatnya mengangkat objek yang sama, yaitu hewan. Dia beralasan bahwa karya string art-nya lebih mengarah pada objek hewan, lantaran sejak awal membuat karya string art, dia memang lebih tertarik terhadap objek hewan. Sebab, katanya, lekukan postur tubuh hewan itu memudahkan dia dalam berkarya. Apalagi sebagai pemula, yang baru mulai menggeluti string art pada awal Maret 2024. Jadi, boleh dikata, belum terlalu lama, meski karya-karyanya sudah layak pamer.
Keunikan karya-karya string art yang dihasilkan Oda, ada pada patahan-patahan yang terbentuk dari tarikan benang yang membentuk garis-garis lurus, dari satu paku ke paku lainnya. Menurutnya, dalam setiap bentuk dan warna yang tidak simetris inilah yang kemudian mampu menghasilkan keindahan karyanya. Tampilan warna-warni karyanya terkesan tidak sinkron, saling tabrak, tapi justru mampu menghasilkan perkawinan warna yang unik dan enak dipandang mata. Itulah daya tarik karya string art yang dibuat Oda.
Diceritakan, rata-rata waktu yang dia perlukan dalam berkarya bisa sampai 3 minggu. Masing-masing ukuran karya memakan waktu tersendiri. Paling kecil, butuh waktu 3 hari untuk satu karya. Kalau karya ukuran standar, bisa memakan waktu sampai 2 minggu, baru rampung. Sementara untuk ukuran paling besar, butuh waktu sampai 3 minggu baru mewujud satu karya.
Sebagai generasi digital, dalam proses kreatifnya, Oda sering melihat beberapa referensi yang terdapat pada aplikasi Pinterest atau mesin pencari Google. Platform digital tersebut membantunya menemukan ide dengan melihat gambar-gambar yang ada. Itu semacam ensiklopedia tanpa batas, yang leluasa dia akses.
Dari sana, dia mengadaptasi gambar-gambar itu, memadukannya dengan imajinasi yang ada di kepalanya sendiri. Misalnya, bila ada yang menarik dari gambar pertama, dia ambil. Lalu dipadukan dengan gambar lain yang dibayangkan pas untuk diaplikasikan melalui karya string art. Jadi ada semacam proses tafsir dan reka bentuk yang dikreasikan dan diselaraskan dengan media yang digunakan. Dia akan menakar gambar-gambar itu, melalui tarikan-tarikan benang smock dari satu batang paku ke batang paku lainnya, sehingga mampu menghasilkan karya yang unik dan kreatif.
Harus diakui, dalam setiap proses kreatif, seseorang akan diperhadapkan pada tantangan tertentu, yang bisa jadi kendala baginya. Oda pun merasakan hal itu. Diakui bahwa kendala yang dihadapi berupa ketersediaan bahan papan kayu yang diperlukan. Terkadang, dia harus menunggu stok papan kayu terlebih dahulu, serta menunggu papan kayu kering dengan merata, sebelum memulai karya string art-nya. Stok benang smock juga bisa jadi kendala karena harga yang tidak menentu. Begitupun dengan harga paku, yang kadang naik turun mengikuti situasi pasar dan hukum ekonomi.












