“Kami sungguh kehilangan, tetapi memiliki sahabat-sahabat terdekat. Dan terima kasih kepada suami saya yang telah memenuhi janjinya kepada almarhum. Saya merasa berdosa karena beliau menginginkan saya menjadi seorang bankir juga, tetapi saya mengikuti suami mengarahkan untuk menjadi dosen. Tetapi, ayah saya bahagia, walaupun saya tidak menjadi seorang bankir. Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Juga kepada Imam Besar Masjid Al Markaz Prof.Dr.Muammar Bakry yang memberikan tauziahnya pada hari pertama. Saya tahu ayah tersenyum di sana, ” kata Dwia.
Dalam buku “Malam Pertama di Alam Kubur” yang ditulis oleh Dr.A’idh Al-Qarni, M.A., Dr.Muhammad bin Abdurrrahman Al-Uraifi, dan Syaikh Muhammad Husain Ya’kub (Penerbit Aqwan Solo:2004) disebutkan, ada lima sosok yang bisa terbebas dari pertanyaan kubur. Pertama, orang yang mati syahid. Dari Rasyid bin Sa’ad dari beberapa sahabat Nabi disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi, yang artinya: “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang beriman akan diuji dalam kubur, kecuali para syuhada. Beliau menjawab:”Kilatan pedang yang berkelebat di atas kepala mereka (para syuhada) sudah cukup menjadi ujian bagi mereka”.
Kedua, orang yang ‘ribath’ (berjaga di tapal batas wilayah kaum muslimin guna mencegah serangan musuh) di jalan Allah. Salman berkata :”Aku mendengar Rasulullah bersabda”: yang artinya,” ‘Ribath’ sehari semalam lebih baik dari puasa dan salat malam sebulan. Kalau seseorang mati (dalam kondisi ini), amalnya akan mengalir dan dicurahkan rezeki atasnya serta dijamin bebas dari ujian (kubur)”.
Ketiga, orang yang meninggal karena sakit perut. Abu Ishaq As-Su’aiby berkata:” Sulaiman bin Shord berkata kepada Khalid bin Urfathah — atau sebaliknya — Khalid berkata kepada Sulaiman, yang artinya:” Apakah kamu mendengar Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang meninggal karena (sakit) perut, tidak akan diazab dalam kuburnya. Salah seorang dari mereka menjawab:”Ya!”.
Keempat, bacaan surat Al Mulk (surat Tabarak), Rasulullah saw bersabda, yang artinya:” Surat Tabarak akan mencegah azab kubur:.
Kelima, orang yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya. Rasulullah saw bersabda: yang artinya :Tidak ada seorang muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah pasti akan menjaganya dari fitnah kubur”.
Dwia pun menutup sambutan keluarga dengan untaian puisi yang digubah oleh adik-adik dan kakaknya untuk mengenang ayahnya.
“Teruntuk Bapak, Opa, Opa Buyut kami yang telah beristirahat bersamanya.
Bismillahirrahmanirrahim…
Papa..kepergianmu ditandai dengan langit yang turut berduka
Semua riuh rendah mengingat amal kebaikanmu..
Kepergianmu diberkahi dengan riuh rendah muslimin-muslimat yang turut mendoakanmu dan menyalatkamu…Masya Alllah…
Betapa Allah Maha Baik kepadamu Ayah, Bapak …
Tangis ini bercampur rindu sesungguhnya..
Kami masih butuh kasih sayangmu..
Kami ingin dipeluk dan memelukmu..
Kami masih ingin mendengar semua nasihat dan petuahmu..
Kami masih ingin melihat senyum dan semangatmu..
Kami masih ingin meniru taatnya ibadahmu…Pak…
Dan kami masih merindukan doa-doamu…
Bagaimana engkau beramal dan menghargai sesama..
Bagaimana engkau mengajarkam kami untuk toleran kepada semua orang secara sama..
Bapak.. kami masih butuh mendengarmu..
Mendoakan seluruh keturunanmu dan keluargamu.
Namun…saat ini kami hanya bisa memandang nisanmu di bawah pohon.
Di bawah pohon rindang itu kami hanya bisa mengenang..
Jasa dan kebaikanmu, Bapak…
Kami menuruti semua petuahmu meneruskan semua amanahmu…
Doa kami mengiringi kepergianmu…
Semoga Allah mengampuni segala dosamu Bapak…
Semoga Allah menerima semua amalan ibadahmu..Bapak…
Semoga Alllah memberi tempat terbaik di surga-Nya…
Semoga engkau tersenyum di sini, Bapak…melihat banyaknya orang yang hadir walaupun mereka belum mengenalmu secara langsung..
Semoga teladan mengilhami hidup seluruh anak keturunanmu..
Semoga kami ‘sharing’ kepada teman-teman sebagai amal jariah..bagimu..
Selamat jalan, Bapak
Selamat bertemu kembali dengan Mama..
Insha Allah kita bertemu di dalam surga Allah saw..
Terima kasih Ayah..
Terima kasih Bapak..
Terima kasih Opa..
Yang selalu memberi kehangatan dan cinta bagi kami,
Selamat jalan..Bapak…”












