Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. Mengenang Ayahnya. Buku ‘Bunga Rampai Sosiologi’ pada Tahun Kelahiran

Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu
Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu membacakan puisi untuk ayahnya

“Kami sungguh kehilangan, tetapi memiliki sahabat-sahabat terdekat. Dan terima kasih kepada suami saya yang telah memenuhi janjinya kepada almarhum. Saya merasa berdosa karena beliau menginginkan saya menjadi seorang bankir juga, tetapi saya mengikuti suami mengarahkan untuk menjadi dosen. Tetapi, ayah saya bahagia, walaupun saya tidak menjadi seorang bankir. Terima kasih Bapak Ibu semuanya. Juga kepada Imam Besar Masjid Al Markaz Prof.Dr.Muammar Bakry yang memberikan tauziahnya pada hari pertama. Saya tahu ayah tersenyum di sana, ” kata Dwia.

Dalam buku “Malam Pertama di Alam Kubur” yang ditulis oleh Dr.A’idh Al-Qarni, M.A., Dr.Muhammad bin Abdurrrahman Al-Uraifi, dan Syaikh Muhammad Husain Ya’kub (Penerbit Aqwan Solo:2004) disebutkan, ada lima sosok yang bisa terbebas dari pertanyaan kubur. Pertama, orang yang mati syahid. Dari Rasyid bin Sa’ad dari beberapa sahabat Nabi disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi, yang artinya: “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang beriman akan diuji dalam kubur, kecuali para syuhada. Beliau menjawab:”Kilatan pedang yang berkelebat di atas kepala mereka (para syuhada) sudah cukup menjadi ujian bagi mereka”.

BACA JUGA:  Jalan Poros Bastem Luwu Longsor, Puluhan Warga Tertimbun Material

Kedua, orang yang ‘ribath’ (berjaga di tapal batas wilayah kaum muslimin guna mencegah serangan musuh) di jalan Allah. Salman berkata :”Aku mendengar Rasulullah bersabda”: yang artinya,” ‘Ribath’ sehari semalam lebih baik dari puasa dan salat malam sebulan. Kalau seseorang mati (dalam kondisi ini), amalnya akan mengalir dan dicurahkan rezeki atasnya serta dijamin bebas dari ujian (kubur)”.

Ketiga, orang yang meninggal karena sakit perut. Abu Ishaq As-Su’aiby berkata:” Sulaiman bin Shord berkata kepada Khalid bin Urfathah — atau sebaliknya — Khalid berkata kepada Sulaiman, yang artinya:” Apakah kamu mendengar Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang meninggal karena (sakit) perut, tidak akan diazab dalam kuburnya. Salah seorang dari mereka menjawab:”Ya!”.

Keempat, bacaan surat Al Mulk (surat Tabarak), Rasulullah saw bersabda, yang artinya:” Surat Tabarak akan mencegah azab kubur:.

Kelima, orang yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya. Rasulullah saw bersabda: yang artinya :Tidak ada seorang muslim yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah pasti akan menjaganya dari fitnah kubur”.

BACA JUGA:  IDUL QURBAN, KORUPSI DAN ARSIP

Dwia pun menutup sambutan keluarga dengan untaian puisi yang digubah oleh adik-adik dan kakaknya untuk mengenang ayahnya.

“Teruntuk Bapak, Opa, Opa Buyut kami yang telah beristirahat bersamanya.
Bismillahirrahmanirrahim…