“Assalamu alaikum ww.,” Dwia membacakan dan mengakhiri puisi ini dengan penuh perasaan dan penghayatan penuh.
Ketika membaca dan menghayati puisi itu, di ruang imaji saya terbayang wajah almarhum H.Masri bin Harmain Pulubuhu, lelaki yang saya kenal pada paruh tahun 1980-an. Subhanallah! (M.Dahlan Abubakar).
.,












