Begitu angka digital pada jam tangan menunjukkan pukul 19.57 wita, kami tiba pada rute terakhir Teman Bus sebelum menuju stasiunnya. Aku dan temanku turun. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Sopir, dan bergegas mengambil sepeda motor yang sejak pagi dititip.
Aku menemui tante Anning, mengucapkan terima kasih lalu segera pamit pulang karena malam semakin larut. Aku, Icha dan Kiki kembali menempuh jarak 10 km untuk sampai ke rumah di Bontopanno. Beristirahat setelah perjalanan merasakan pengalaman pertama menggunakan jasa Teman Bus tak bisa lagi ditunda-tunda. Rasa-rasanya ingin cepat-cepat membaringkan tubuh.
Sungguh, kesan pertamaku menaiki Teman Bus tidak mengecewakan. Tentu aku puas. Ongkosnya, boleh dikata murah meriah. Dibandingkan menggunakan angkot ke Makassar dengan rute jalan poros Takalar perlu butuh biaya hingga Rp40.000 pulang pergi. Sedangkan dengan Teman Bus hanya perlu Rp4.600 sekali naik. Jadi tidak cukup Rp10.000 sudah bisa pulang pergi ke Makassar-Takalar.
Sungguh sebuah perjalanan yang hemat. Apalagi kalau rutenya sudah bisa sampai ke Jalan Poros Takalar, akan sangat membantu warga pengguna transportasi umum, dan itu berarti akan jadi plus plus plus bagi Teman Bus. (*)












