Obituari Dr.dr.H. Rachmat Latief,Sp.PD-KPTI, FINASIM: Tiga Momen Tak Terlupakan

“Dokter Rachmat sudah berpulang…,”.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun……Ya dokter yang pernah memeriksa saya saat berencana ke Palu dulu,” ayah menambahkan.

“Belum tidur?,” tanya saya karena tidak biasa ayah begadang hingga pukul 23.00 Wita.

“Sekarang, saya susah tidur pada malam hari,” katanya.

“Mungkin kebanyakan tidur siang,” kata saya.

“Iya, karena tidak ada pekerjaan. Membaca sudah tidak bisa lagi,” jawabnya.

Saya pun menyarankan datang kontrol matanya yang habis dioperasi setahun lalu di Makassar, Ayah masih ragu-ragu.

Namun saya menjelaskan, mungkin nanti setelah menjalani kontrol dan katarak di mata kanan dioperasi, ayah bisa membaca lagi.

“Nantilah dilihat akhir April ini,” jawabnya.

“Iya, nanti suruh antar Haji Muslim. Kembalinya ke Bima, nanti kita antar,” kata saya.

“Silakan beristirahat!, Ayah” saya memberi tahu karena waktu sudah mendekati larut malam saat komunikasi VC ini berlangsung. (M Dahlan Abubakar).

BACA JUGA:  Wujud Pengabdian Masyarakat, Pascasarjana Unpacti Siap Berkolaborasi Membangun Desa