Menulis dalam “Tidur”

Malam itu, jika tidak salah, di mobil Suzuki Carry merah saya ikut Aidir yang tinggal di sekitar Jl. Abdullah Dg.Siruwa bagian dalam. Ketika itu, dari Jl. Sungai Saddang Baru, bisa memotong jalan, menyeberang ke Jl. Abdullah Dg.Siruwa. Jl.A.Pangerang Petta Rani belum dua jalur seperti sekarang. Jadi saya bisa potong kompas ke rumah di Antang sana yang ketika itu sangat sunyi dan lengang jika sudah pukul 22.00 ke atas.

Baru saja saya tancap gas dari ujung barat Jl. Abdullah Dg. Siruwa, lampu panjang mobil yang saya pasang, tiba-tiba menyorot seekor induk kucing sedang menyeberang jalan ke kanan. Di sebelah kiri, beberapa ekor anaknya siap menyeberang. Melihat anak-anaknya belum menyeberangi jalan, sang induk pun balik kanan dan melihat ke arah anak-anaknya. Saya langsung mengeram mobil. Membiarkan anak-anak kucing itu menyeberang dan bergabung dengan induknya. Mata saya hanya terpaku menyaksikan fenomena tengah malam ini.

Tiba di rumah, saya langsung menulis tentang pemandangan yang tidak biasa itu. Induk kucing itu telah memberi inspirasi saya menulis. (*).

BACA JUGA:  Skenario Terbaik yang Bisa Diharapkan Indonesia dari Presiden Prabowo