Dia akhirnya berjalan kaki ke rumah saudaranya 13 Mei 2020 malam. Ternyata keluarganya sudah mencium petualangan Sarjan lantaran ada yang memviralkannya di media sosial.
Akhirnya, Sarjan batal melanjutkan perjalanan kaki ke Bima. Di rumah saudaranya dia meminjam ‘honda’ (istilah sepeda motor jika di Bima) untuk melanjutkan perjalanan ke Bima.
Sehari setelah tiba di Mataram, saya menelepon adik H.Sofwan, S.H.,M.Hum, yang kala itu sebagai Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unram. Dia membantu biaya pembelian ‘minyak’ (bensin) ‘Honda’ yang akan ditunggangi Sarjan menemui orang tuanya.
Sarjan dipeluk haru kedua orang tuanya sesampainya rumah. Orang tua yang merindukan putranya yang baru pulang setelah empat tahun merantau ke Jakarta untuk menuntut ilmu
‘’Bukan niat saya mau viral atau apa, tapi emang saya punya niat pulang kampung jalan kaki,” Sarjan berdalih tentang perbuatan nekatnya menyusuri jarak sejauh 1.600 km itu.
Kabarnya, sekembali ke Jakarta, Sarjan berniat menapaktilasi petualangannya itu. Tetapi hingga tulisan ini dibuat, saya tidak pernah kontak lagi dengan Sarjan.
“Niatnya gitu, biar afdal pulang pergi jalan kaki. Tapi kayaknya orang tua gak izinin saya,” kunci Sarjan dikutip dari IDN Times (14/5/2020). (M.Dahlan Abubakar).












