MAKIN TUA MAKIN PERJAKA

Di usia yang semakin bertambah, berjalan kaki menjadi sebuah pengingat bahwa tubuh perlu dirawat.

Kesehatan tidak datang dengan sendirinya. Ia membutuhkan kebiasaan, kedisiplinan dan kesungguhan.

Tetapi PERJAKA tidak pernah menjadikan jarak sebagai ukuran utama.

Bukan siapa yang paling jauh berjalan.

Bukan siapa yang paling banyak langkahnya.

Bukan pula siapa yang paling cepat mencapai tujuan.

Yang lebih penting adalah siapa yang tetap mau melangkah.

Sebab dalam perjalanan kehidupan, kemampuan untuk terus melangkah sering kali jauh lebih penting daripada kecepatan.

Dari sinilah muncul semangat “Makin Tua Makin Perjaka.”

Kalimat itu bukan sekadar permainan kata. Ia adalah sebuah cara pandang terhadap usia.

Menjadi tua bukan alasan untuk berhenti berkarya. Rambut boleh memutih, tetapi semangat tidak harus ikut memudar. Usia boleh bertambah, tetapi persahabatan, kegembiraan, kepedulian dan keinginan untuk hidup sehat harus terus dipelihara.

Dua Buku, Satu Semangat

Perayaan satu dekade PERJAKA pada 10 Oktober 2026 menjadi momentum istimewa.

Sepuluh tahun perjalanan tidak hanya dirayakan dengan berkumpul dan mengenang masa lalu, tetapi juga dengan menghadirkan karya yang menjadi dokumentasi perjalanan dan semangat komunitas.

BACA JUGA:  Mengenal Hj Juhrah, Srikandi PGRI Sulsel

Sementara Makin Tua Makin Perjaka hadir semata-mata sebagai hadiah pribadi penulis satu dekade—sebuah catatan reflektif tentang makna berjalan, menjaga kesehatan, membangun persahabatan, menikmati usia, dan mensyukuri setiap kesempatan yang masih diberikan Allah.

Kedua buku tersebut memiliki semangat yang sama: mengabadikan perjalanan agar pengalaman tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

Perayaan 10 Oktober 2026 akhirnya bukan sekadar perayaan bertambahnya usia komunitas. Ia menjadi momentum untuk melihat ke belakang dengan rasa syukur dan menatap ke depan dengan optimisme.

Sepuluh tahun telah berlalu.

Namun langkah belum selesai.

Terus Melangkah

Bayangkan kembali suasana pagi itu.

Langit mulai terang.

Udara masih segar.

Langkah kaki mulai terdengar.

Sapaan mulai bersahutan.

Tawa mulai pecah.

Dan satu per satu, para anggota PERJAKA kembali melangkah.

Mungkin suatu hari nanti, ketika usia semakin tua dan langkah semakin lambat, kenangan tentang pagi-pagi itu akan menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Kenangan tentang sahabat.

Tentang jalan yang pernah dilalui.

BACA JUGA:  Lebih Dekat dengan Andi Asriani, Nahkoda PGRI Cabang Manggala

Buku ini menjadi hadiah kecil untuk sebuah perjalanan besar.

Hadiah untuk sepuluh tahun kebersamaan.

Hadiah untuk ribuan langkah yang telah dilalui.

Hadiah untuk persaudaraan yang telah terjalin.

Dan hadiah untuk seluruh keluarga besar PERJAKA Bukit Baruga yang telah menjadikan berjalan kaki sebagai jalan menuju hidup yang lebih sehat, lebih bahagia dan lebih bermakna.

Semoga PERJAKA terus tumbuh. Semoga persaudaraan tetap terjaga. Semoga langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap pagi menjadi bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah.

Sebab selama masih diberi kesempatan untuk melangkah, selalu ada alasan untuk bersyukur.

Makin tua, makin sehat.
Makin tua, makin ceria.
Makin tua, makin bersahabat.
Dan tentu saja—makin tua, makin PERJAKA.

Selamat Satu Dekade PERJAKA Bukit Baruga.

10 Oktober 2026.