“Indonesia akan mendekati makna ‘jannatuna’ jika warganya tidak saing memusuhi karena perbedaan. Jika ruang publik dipenuhi etika, bukan cacian. Jika persaudaraan lebih kuat daripada provokasi. Jika negara hadir melindungi yang lemah, bukan membiarkan mereka terpinggirkan. Di sinilah pesantren berperan yang sangat besar,” kunci jenderal purnawirawan bintang dua itu disambut tepuk tangan yang hadir. (mda).
Laksda (Purn.) Dr.Ir.Abd.Rivai Ras, M.M.,M.S.,M.Si, IPU ASEAN Ing. IAPIM, Jembatan antara Pesantren dan Masa Depan Bangsa
Baca Juga
br
br
Rekomendasi untuk kamu

Dalam buku Ketika Kata Menjadi Mantra, Rahman Rumaday, nampaknya ingin mendamaikan ‘pertengkaran itu’, dengan menyebut bahwa meskipun ilmu Modern seringkali susah memahami ‘Mantra’. Namun dapat saja dia dijelaskan secara ilmiah….

Kemerdekaan pers nasional hakikatnya dapat dimaknai ketika nilai-nilai Pancasila, tercermin utuh dalam praktik sistem pers nasional. Nampak sepintas, gagasan ini, sebagai beban moril ideologis-konstitutif bagi dunia pers. Namun tidak berarti…

Maka umat Islam khusus nya pengemban dakwah jangan mau kalah. Manfaatkan teknologi AI ini sebagai sarana untuk memudahkan dakwah dan penyebaran ilmu. Jadikan AI sebagai alat bantu untuk mencari referensi,…

Cara Pak Murtadji menagih iuran seperti ini termasuk sangat santun dan tidak ‘mencederai’ perasaan teman-teman anggota PWI. Setelah Pak Murtadji tidak lagi di posisi itu, saya tidak tahu bagaimana mekanismenya….

1. Batas Waktu Transisi: Pemerintah daerah (Dinas Pendidikan) di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk segera menyelesaikan masalah kekosongan jabatan ini. Terhitung sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026, daerah-daerah didesak…


br
br







br