“Indonesia akan mendekati makna ‘jannatuna’ jika warganya tidak saing memusuhi karena perbedaan. Jika ruang publik dipenuhi etika, bukan cacian. Jika persaudaraan lebih kuat daripada provokasi. Jika negara hadir melindungi yang lemah, bukan membiarkan mereka terpinggirkan. Di sinilah pesantren berperan yang sangat besar,” kunci jenderal purnawirawan bintang dua itu disambut tepuk tangan yang hadir. (mda).
Laksda (Purn.) Dr.Ir.Abd.Rivai Ras, M.M.,M.S.,M.Si, IPU ASEAN Ing. IAPIM, Jembatan antara Pesantren dan Masa Depan Bangsa
Rekomendasi untuk kamu

Angka ini mencerminkan situasi kependudukan setelah perluasan wilayah kota dan perubahan nama yang diatur berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku saat itu. Nama Makassar pernah diubah menjadi Ujung Pandang berdasarkan PP…

Namun, kehadiran atau kedatangan mereka di suatu warkop bisa memberi dampak ikutan pada jejaring perkawanannya. Mengapa bisa? Ya, karena orang-orang itu setiap kali bikin janji akan menjadikan warkop tertentu sebagai…

Dari segi penulisan maupun lisan Bahasa Makassar mempunyai ragam dan bentuk-bentuk kesusastraan yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan individu dalam menguasai bahasa daerahnya. Kesusastraan klasik misalnya, ada; Rupama (dongeng), Kelong (syair…

Bu Ila juga mengajak melihat tubuh dengan cara yang berbeda. Terkadang kita flu atau sakit apalah gitu kita biasa langsung panik… Dan terburu-buru mencari obat atau langsung ke rumah sakit….

Selebihnya, bila kita masuk ke Lakkang melewati rute ini, pemandangannya khas nan indah. Apalagi bila sore hari. Senja yang jatuh di barat akan menghadirkan nuansa bauran gradasi warna biru dongker,…








