“Indonesia akan mendekati makna ‘jannatuna’ jika warganya tidak saing memusuhi karena perbedaan. Jika ruang publik dipenuhi etika, bukan cacian. Jika persaudaraan lebih kuat daripada provokasi. Jika negara hadir melindungi yang lemah, bukan membiarkan mereka terpinggirkan. Di sinilah pesantren berperan yang sangat besar,” kunci jenderal purnawirawan bintang dua itu disambut tepuk tangan yang hadir. (mda).
Laksda (Purn.) Dr.Ir.Abd.Rivai Ras, M.M.,M.S.,M.Si, IPU ASEAN Ing. IAPIM, Jembatan antara Pesantren dan Masa Depan Bangsa
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Diskusi berakhir tepat pukul 16.00 WITA. Seperti biasa, diskusi Seri ke-22 ini dihadiri peserta dari beragam kalangan, mulai dari Alumni Sekolah Pemikiran Bung Hatta, Akademisi, Aparatur Sipil Negara, Aktivis Lingkungan,…

“Saya menggunakan Maxim sebagai platform utama, selain itu saya juga menggunakan Shopee Delivery untuk menambah peluang memperoleh penghasilan ketika order di Maxim sedang sepi,” jelas IS. Strategi tersebut menunjukkan bagaimana…

Berita Terkait Gagasan Bung Hatta tentang Makna Kemerdekaan Ketika Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup: Kisah Driver Online yang Menjalani Dua Pekerjaan di Makassar MENDENGAR JOKOWI DI BOCOR ALUS…

Lokasinya simbolis, National Portrait Gallery. Obama berbicara dekat potret Abraham Lincoln, presiden yang memimpin Amerika ketika persatuan bangsanya sendiri hampir runtuh. Obama berbicara tentang Trump, George Floyd, polarisasi, keluarganya, demokrasi,…

Kasus kata nikah tak kalah menarik. Mesin penerjemah atau mahasiswa kerap menyamaratakannya menjadi marriage. Secara komunikasi dasar, pesan itu tersampaikan. Namun, dalam diskursus Islam, nikah bukan semata status sipil atau…







