Ishakim, Kompeni Tak Menjajah

Walaupun karyanya dipamerkan dalam berbagai pameran di Makassar, Jakarta, Palu, hingga kolaborasi internasional.
Kak Is, tetap pada idealismenya dalam berkarya.

Beliau tak ingin melacurkan karyanya dengan harga yang tak pantas.
“Karyaku Om Awing, hanya untuk orang yang bisa menghargai karya seni. Bukan orang yang hanya ingin membeli,” ucapnya ketika itu.

Dan hingga kini, banyak karyanya yang mematung di dalam drawing tube miliknya. Beliau tak mau karyanya, dibeli dan tak ada rasa memiliki dan penghargaan.

“Rasa itu tak dapat dibeli, Om Awing,” ucapnya ketika itu, apakah beliau masih ingat atau sudah lupa, saya tak tahu.

Yang terpenting adalah, di balik kepiawaian beliau di dunia kesenian, Kak Is adalah sosok Kompeni yang tak menjajah, ia menghibur, menyenangkan orang.

Aktif di Organisasi Kesenian

Ishakim juga terlibat dalam sejumlah kelompok seni dan menjadi pendiri Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT) serta Teater Kita Makassar (TKM).

Beliau juga tergabung di Dewan Kesenian Sulawesi Selatan. Dewan Kesenian Makassar (DKM), Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI), Ikatan Senirupawan Sele’bassi (ISRI SELEBASSI),
Sanggar Seni Tompo Biring
bersama alm. Muin Dg Mile,
EL’s Tari bersama Dr. Nurlina Syahrir,
Teater Matahari bersama Dr Baetal Mukaddas, anggota pendiri Laboratorium Tari Nusantara (LATARNUSA), bersama Prof. Halilintar Latif dan berpartisipasi dalam lembaga Kerukunan Keluarga Keraton dan Lembaga Adat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA:  Penghujung Orde Baru, KIPP Gandeng Jurnalis Mengawasi Pemilu 1997

Sejak 1993 ia membina kegiatan seni di berbagai sekolah dan perguruan tinggi, serta aktif sebagai narasumber, juri, dan penggerak kebudayaan di Sulawesi Selatan.

Beliau pernah mengajar mata kuliah Skenografi Prodi Teater Semester IV di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Makassar.

Pernah mengajar Ekstrakurikuler di berbagai sekolah TK, SD, SMP, SMA (IIAIN Alauddin, Perguruan Athirah), Perguruan Nasional (bersama pelukis Senior Sulawesi Selatan alm.Ali Walangadi) di Makassar sejak 1993

Aktivitas berkesenian

Selain melukis, pameran, Kak Is juga mengerjakan patung (monumen perjuangan di Bulukumba, Bantaeng,
Polmas).

Selain itu, beliau juga rutin ikut pentas teater /film, seni pertunjukan/
performing art, tari, menulis puisi, cerpen.

Di awal beraktivitas kesenian, Is kecil pernah juara 2 lomba baca puisi di Taman Bahari Ujung Pandang 1978, juara 1 puitikalisasi terjemahan Al-Qur’an REMAJA masjid di IMMIM se-Ujung Pandang 1979.

Kegiatan Pameran

– Exhibition and Collaboration Tahun 1985
– Bicnmale Young Artis Indonesia di Tim Jakarta 1985
– ISRI Fort Rotterdam, Makassar , Tahun 1986
– MASK and MAN , di Goethe institut Jakarta , Tahun 1986
– Pameran ISRI SELEBASSI 1987,
– Seni Instalasi “Perjanjian Seni Rupa” Temu karya seniman, Papan catur Unhas Barayya Tahun 1989
– Exhibition Painting With Groups, For Roterdam, Tahun 1990
– Solar energy kerja sama kedutan France – Indonesia, Marannu Hotel Makassar
Tahun 1990
– Maccini Danggang Galery Fort Somba Opu, Tahun 1991
– Pameran tunggal di Galeri Maccini Danggang Benteng Somba Opu 1992,
– South Sulawesi Cultural Fair IV , tahun 1993
– Environmental Art Part I, Agustus Sungguminasa Gowa Sulawesi tahun 1996
– Art Experiment Environmental Art Part II Desember Lasaran Garden Building, Makassar Tahun 1996
– Seni Per- Ingat- an Rupa- rupa Environmental Art Part 3A (15 menit) Makassar, bulan Februari di Auditorium RRI Makassar tahun 1997
– Painting Proposal Axhibition, Sedona Hotel Makassar, Tahun 1999.
– Instalation Art Axhibition – 5 Man Joint with Japan Foundation, Societeit De Harmonie, Makassar, Tahun 2000
– Pameran lukisan Se Sulawesi di Taman Budaya Palu dan
– Pameran bersama perupa di Makassar