Di Balik Peluncuran Edisi Revisi Buku “A.Amiruddin Nakhoda dari Timur” (8): Sang Penoreh Keteladanan

Di balik Peluncuran Edisi Revisi Buku “A.Amiruddin Nakhoda dari Timur” (8)
Peluncuran Edisi Revisi Buku “A.Amiruddin Nakhoda dari Timur”

Ketika ia menggagas sistem Seleksi Penerimaan Bersama Mahasisawa Baru, yang kemudian diadopsi menjadi kebijakan nasional selama lebih 30 tahun, pada awalnya hampir semua orang menentangnya. Namun ketika gagasan itu tidak lagi diberlakukan, barulah orang mengakui bahwa gagasan itu luar biasa peranannya dalam menyiapkan sumberdaya manusia masa depan di Indonesia. Sistem yang merupakan perekat integrasi generasi muda Indonesia di masa depan.

Banyak sekali gagasan-gagasan besarnya, yang diadopsi menjadi kebijakan nasional: Penerimaan gaji melalui bank, pertama kali di Indonesia, dilakukan di Universitas Hasanuddin, yang ternyata kini menjadi sistem nasional. Semua adalah karena pemikiran beliau, yang juga pada awalnya ditentang mati-matian oleh banyak pihak.Koperasi perumahaan dosen dan karyawan Unhas adalah gagasan pertama yang lahir di UNHAS yang tak mungkin dilupakan. Demikian pula dengan pembangunan rumah bagi para dosen dan karyawan Unhas, ketika orang lain belum memikirkannya. Langkah itu kini sudah menasional.

Perwilayahan Komoditas, Ketik-Olah-Jual, sesungguhnya adalah konsepsi yang sangat brilian kalau dibahasakan dengan Teori Ekonomi.

BACA JUGA:  KEMBALI MENCINTAI BUMI SETELAH SUMATRA MENANGIS

Namun beliau berhasil memasyarakatkannya dengan bahasa yang sangat awam dan sederhana. Banyak sekali gagasan yang lahir dari pemikiran beliau yang awalnya ditentang habis-habisan, tetapi kemudian diakui dan diterapkan secara meluas, yang selanjutnya akan semakin dikenang ketika ia meninggalkan kita semua.

Pagi itu, saya kembali berdiri terhenyak di depan jasad orang saya kagumi itu. Saya kini memiliki keberanian untuk memeluk dan mencium wajahmu, karena hanya itu yang saya mampu lakukan. Betapa besar jasamu terhadap kami para muridmu, tak mungkin kami memiliki kemampuan membalasnya. (Bersambung, MDA).