Deputi Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI Jadi Narasumber Seminar Nasional JKPI di Ternate

Deputi tata kelola kearsipan nasional
Deputi Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI Dr. Andi Abubakar

Jakarta, NusantaraInsight — Deputi Tata Kelola Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Andi Abubakar, S.IP., M.Si., dijadwalkan menjadi narasumber pada Seminar Nasional bertajuk “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka” pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Aula Banau Kampus FKIP Universitas Khairun, Ternate.

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026, dengan Ternate sebagai tuan rumah. Kehadiran Deputi Tata Kelola Kearsipan ANRI dinilai penting untuk memperkaya perspektif kearsipan, sejarah, dan pelestarian memori kolektif dalam pengembangan kota pusaka.

PIC seminar sekaligus Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate, Nona Lethulur, S.Pd., M.Si., mengatakan, kehadiran Dr. Andi Abubakar merupakan kehormatan dan peluang strategis untuk memperdalam substansi diskusi.

“Keterlibatan Deputi Tata Kelola Kearsipan memberi nilai strategis. Pembangunan kota pusaka bukan hanya soal ruang fisik, tetapi juga pengelolaan memori dan dokumen yang menjadi identitas yang harus diwariskan,” ujar Nona, seperti dilansir dari Radar Makassar.

BACA JUGA:  Mengubah Paradigma Arsiparis, dari Penjaga Arsip Menjadi Analis Program Strategis Nasional

Ia menambahkan bahwa tema seminar berkaitan erat dengan upaya menjadikan City Gallery sebagai ruang publik yang menyajikan informasi sejarah, budaya, dan perkembangan kota secara terbuka serta dapat diakses semua lapisan masyarakat.

“City Gallery harus berfungsi sebagai ruang edukasi, informasi, dan interaksi publik. Konsep inklusif penting agar ruang ini memberi manfaat bagi generasi muda dan kelompok yang kesulitan mengakses informasi,” jelasnya.

Sekretaris Panitia Seminar, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd., membenarkan Dr. Andi Abubakar akan hadir. Menurut Rusman, narasumber dari ANRI diharapkan memperluas pemahaman peserta tentang hubungan antara tata kelola kearsipan dan penguatan identitas kota pusaka.

“Arsip adalah bagian penting dari memori kolektif dan identitas kota. Kehadiran ANRI sangat relevan dengan tema seminar,” kata Rusman.

Seminar ini tidak hanya bersifat akademis, tetapi diharapkan melahirkan gagasan yang mendukung pengembangan Kota Ternate sebagai kota pusaka melalui inovasi, keterbukaan informasi, pemanfaatan teknologi, dan prinsip inklusivitas.

“Ternate kaya sejarah dan pusaka. Momentum Rakernas XII JKPI menjadi kesempatan memperkenalkan potensi itu sekaligus mendorong pengelolaan yang relevan bagi masyarakat saat ini,” pungkas Rusman.

BACA JUGA:  Putu Wijaya dan Komaruddin Hidayat Terima Anugerah Satupena Award

Seminar Nasional ini diharapkan menjadi bagian penting dari Rakernas XII JKPI 2026 untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan pusaka sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.