MANTRA GURU MENGAJI LORONG, JANGAN LUPA PADA LUPA

Oleh: Rahman Rumaday 

Jangan lupa pada lupa,
lupa melupa dupa,
dupa mengupa jumpa,
jumpa mengupa rupa,
rupa mengupa jiwa,
jiwa mengupa cinta,
cinta mengupa kita.

Kita siapa?

Kita yang lupa
bahwa pernah ada
sebelum ada.

Kita yang lupa
bahwa akan tiada
setelah ada.

Maka-

jangan lupa pada lupa.

Lupa pada lupa,
lupa pada rupa,
lupa pada nama,
lupa pada harta,
lupa pada tahta,
lupa pada puja,
lupa pada cela.

Lupa…

agar ingat.

Ingat…

agar pulang.

Pulang…

agar jumpa.

Jumpa siapa?

Jumpa Dia.

Dia siapa?

Yang tak pernah menjadi siapa-siapa,
sebab Dia adalah
Yang Ada
sebelum segala ada.

La…

Ilaha…

Illallah.

Dupa mengupa jumpa,
asapnya naik ke angkasa,
wanginya turun ke dada.

Dupa dibakar,
ego terbakar.

Dupa mengepul,
nafas mengepul.

Nafas masuk-

Allah.

Nafas keluar-

Allah.

Masuk lupa,
keluar cinta.

Masuk dunia,
keluar Dia.

Masuk aku,
keluar Aku.

Lalu-

siapa yang tersisa?

Hanya Dia.

Jangan lupa pada lupa.

Lupa melupa dupa.

BACA JUGA:  INDO’ LOGO

Dupa mengupa jumpa.

Jumpa mengupa cinta.

Cinta mengupa fana.

Fana mengupa baka.

Baka mengupa Dia.

Dia mengupa kita.

Kita mengupa-

La ilaha illallah.

Barakat…

Barakat…

Barakat…

La ilaha illallah.

Barakat…

Muhammadur Rasulullah.

Barakat di langkah.

Barakat di nafas.

Barakat di kata.

Barakat di kerja.

Barakat di rezeki.

Barakat di cinta.

Barakat di keluarga.

Barakat di dunia.

Barakat di akhirat.

Tapi-

jangan lupa pada lupa.

Karena yang paling jauh
kadang bukan Dia,

melainkan kita
yang terlalu sibuk
mencari-Nya
di luar diri.

Padahal…

Dia dekat.

Lebih dekat
dari dekat.

Lebih dekat
dari nafas.

Lebih dekat
dari nama.

Maka jangan cari.

Ingat.

Jangan kejar.

Pasrah.

Jangan banyak kata.

Zikir.

Jangan banyak rupa.

Rasa.

Jangan banyak aku.

Allah.

Lupa melupa dupa.

Dupa mengupa jumpa.

Jumpa mengupa rupa.

Rupa mengupa jiwa.

Jiwa mengupa cinta.

Cinta mengupa kita.

Kita mengupa Dia.

Dan ketika
kita lupa
kepada segala,

kita justru
ingat kepada-Nya.

La ilaha illallah…

La ilaha illallah…

BACA JUGA:  Dikhawatirkan Punah, Workshop Teaterikalisasi Sanja Makassar Resmi Dibuka

La ilaha illallah…

Muhammadur Rasulullah.

Barakat…

Barakat…

Barakat…

Jangan lupa pada lupa.

Sebab mungkin,

di dalam lupa
yang paling dalam,

ada jalan
menuju ingat
yang paling terang.

PT, 27/8/26