News  

Khatam Quran Kolaborasi Alumni FIIP Unhas dan Smansa 80 Digelar Hikmat di Masjid Inayah Hertasning

Makassar, NusantaraInsight — Khatam Quran kolaborasi Ikatan Alumni Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian (FIIP) Universitas Hasanuddin dan Ikatan Alumni Smansa Makassar Angkatan 80 berlangsung hikmat di Masjid Inayah Hertasning, Makassar, pada Senin (24/08/2026). Acara dihadiri oleh puluhan alumni dan jamaah serta dipimpin oleh Ustad Abdul Latif Tahir LC.

Kegiatan yang mengusung semangat menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup itu dilaksanakan melalui metode tadarus “satu juz per tiga hari”, yakni pembacaan dan terjemahan satu juz dalam rentang tiga hari. Pembina kelompok Khatam Al-Quran, Prof. Winarni Dien Monoarfa, dalam sambutannya berharap agar program TDOJ (Three Days One Juz) yang telah rutin dilakukan dapat terus dipertahankan.

“Kiranya agenda tadarus satu juz per tiga hari yang sudah dilaksanakan oleh sahabat qurani terus dipertahankan. Tidak hanya membaca dan menghafal, tetapi juga mengamalkan kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Winarni.

Dalam tausiah yang disampaikan, Ustad Abdul Latif Tahir LC menekankan pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai way of life. Ustad Abdul Latif juga mengingatkan bahwa khatam Quran merupakan ladang pahala yang membawa keselamatan di dunia dan akhirat.

BACA JUGA:  Terlibat Tawuran, 20 Remaja diamankan Satreskrim Polres Buteng

“Khatam Quran harus menjadi pedoman hidup. Dengan memaknai setiap ayat dan mengamalkannya, kita memperoleh keberkahan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat,” kata Ustad Abdul Latif.

Andi Hasdullah, Sekretaris IKA Smansa 80, menambahkan bahwa kegiatan ini selain bernilai religius juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antaralumni. Menurut Andi, inisiatif kolaborasi dengan IKA Smansa 80 menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kegiatan keagamaan yang berkelanjutan di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda sekali waktu, tetapi menjadi program berkesinambungan yang melibatkan alumni dan masyarakat sekitar. Selain memperkuat ukhuwah, tadarus bersama juga menguatkan identitas keagamaan dan sosial kita,” ujar Andi.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar peserta. Panitia menyatakan akan menjadwalkan kegiatan lanjutan tadarus dan pengajian rutin sebagai bentuk kesinambungan program.