News  

Bunda Pustaka SDN Borong, Makassar, Mampu Melintasi Waktu

Dampaknya, aktivitas yang biasa dilakukan secara tatap muka (offline) berganti dengan kegiatan yang mengandalkan teknologi digital. Dampak ini juga dialami Bunda Pustaka.

Meski dalam suasana pandemi Covid-19, tidak menjadi kendala proses pembentukan Bunda Pustaka, dan tidak mengendorkan semangat mereka ketika hendak membentuk Bunda Pustaka hingga saat pengukuhannya. Percakapan dalam grup WhatsApp Perpustakaan Gerbang Ilmu, yang belakangan menjadi grup GerbangIlmu BundaPustaka, sebagai bukti jejak digitalnya.

Peluncuran sekaligus pengukuhan Bunda Pustaka dilakukan pada Sabtu, 24 April 2021, dalam rangka peringatan Hari Buku Sedunia. Komunitas internasional sepakat bahwa buku teramat penting bagi kemajuan peradaban manusia. Sehingga, UNESCO menetapkan tanggal 23 April sebagai World Book Day.

Terkait tanggal itu pula yang jadi alasan saat pengukuhan Bunda Pustaka. Pertimbangannya, supaya lebih mudah mengingat momen penting ini serta relevan dengan semangat membudayakan kegemaran membaca. Selain me-launching Program Bunda Pustaka, SD Negeri Borong juga meluncurkan dua program lain, yakni i-BuDi (Ini Buku Digital) dan KruCil (Kru Cilik) website sekolah.

BACA JUGA:  Dialog Dua Arah di Kampus Poltekbang

“Kami dari Dinas Perpustakaan bangga karena setiap kali diundang, selalu ada inovasi baru. Hal ini menunjukkan ada keseriusan dari sekolah,” kata H. Muhyiddin yang, kala itu, sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Muhyiddin mengatakan bahwa meski mimpi Dinas Perpustakaan jauh, tapi jika tidak ada dukungan dari sekolah maka akan menjadi percuma. Menurutnya, inovasi yang dilakukan SD Negeri Borong ini sesuai harapan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, yang tercantum dalam 18 Revolusi Pendidikan.

Katanya, jika sekolah mampu memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan maka sekolah tersebut sudah termasuk bintang lima. Karena itu, kita perlu ada inovator dari pustakawan dan guru. Namun, inovasi itu tidak jalan sendiri-sendiri melainkan harus ada kolaborasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan.

Muhyiddin berharap, setelah launching program ini, ke depan bisa jadi top inovasi. Bahkan, bisa jadi, Bunda Pustaka ini akan menginspirasi lahirnya Bunda Pustaka Kota Makassar.

Bunda Pustaka yang dikukuhkan pada hari itu adalah Dian Friani (Ketua), Ramlah (Sekretaris), dan Nanik Widorini (Bendahara), serta koordinator bidang dan anggotanya. Ada tiga bidang, yakni: Bidang Pengembangan Layanan Perpustakaan, Bidang Peningkatan Kegemaran Membaca, dan Bidang Publikasi dan Jejaring.