News  

Bunda Pustaka SDN Borong, Makassar, Mampu Melintasi Waktu

Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, SD Negeri Borong, Saparuddin Numa, S.I.P, dalam kegiatan itu menyampaikan, akan menjadikan Bunda Pustaka sebagai program terpadu dengan Duta Baca, yang lebih dahulu diadakan. Duta Baca ini dibentuk setelah diadakan lomba bercerita saat Bulan Bahasa, pada Oktober 2020.

Lahir di Masa Pandemi Covid-19

Bunda Pustaka itu lahir di saat dunia tengah dilanda Coronavirus Disease 2019 atau biasa disingkat Covid-19. Pada masa ini, terutama di awal pandemi, dilakukan berbagai kebijakan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berbagai kebijakan lain, yang intinya meminta masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Pesan yang selalu disampaikan adalah menjaga jarak (social distancing), memakai masker, dan mencuci tangan.

Dampaknya, aktivitas yang biasa dilakukan secara tatap muka (offline) berganti dengan kegiatan yang mengandalkan teknologi digital. Dampak ini juga dialami Bunda Pustaka.

Meski dalam suasana pandemi Covid-19, tidak menjadi kendala proses pembentukan Bunda Pustaka, dan tidak mengendorkan semangat mereka ketika hendak membentuk Bunda Pustaka hingga saat pengukuhannya. Percakapan dalam grup WhatsApp Perpustakaan Gerbang Ilmu, yang belakangan menjadi grup GerbangIlmu BundaPustaka, sebagai bukti jejak digitalnya.

BACA JUGA:  Dr. Dirk Sandarupa Sosok Dibalik Seminar Nasional Bahasa Ibu

Peluncuran sekaligus pengukuhan Bunda Pustaka dilakukan pada Sabtu, 24 April 2021, dalam rangka peringatan Hari Buku Sedunia. Komunitas internasional sepakat bahwa buku teramat penting bagi kemajuan peradaban manusia. Sehingga, UNESCO menetapkan tanggal 23 April sebagai World Book Day.

Terkait tanggal itu pula yang jadi alasan saat pengukuhan Bunda Pustaka. Pertimbangannya, supaya lebih mudah mengingat momen penting ini serta relevan dengan semangat membudayakan kegemaran membaca. Selain me-launching Program Bunda Pustaka, SD Negeri Borong juga meluncurkan dua program lain, yakni i-BuDi (Ini Buku Digital) dan KruCil (Kru Cilik) website sekolah.

“Kami dari Dinas Perpustakaan bangga karena setiap kali diundang, selalu ada inovasi baru. Hal ini menunjukkan ada keseriusan dari sekolah,” kata H. Muhyiddin yang, kala itu, sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Muhyiddin mengatakan bahwa meski mimpi Dinas Perpustakaan jauh, tapi jika tidak ada dukungan dari sekolah maka akan menjadi percuma. Menurutnya, inovasi yang dilakukan SD Negeri Borong ini sesuai harapan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, yang tercantum dalam 18 Revolusi Pendidikan.

BACA JUGA:  Prof Husni Tanra Mengenang Prof Achmad Amiruddin : Mau Dikasih Kawin dengan Orang Solo

Katanya, jika sekolah mampu memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan maka sekolah tersebut sudah termasuk bintang lima. Karena itu, kita perlu ada inovator dari pustakawan dan guru. Namun, inovasi itu tidak jalan sendiri-sendiri melainkan harus ada kolaborasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan.

Muhyiddin berharap, setelah launching program ini, ke depan bisa jadi top inovasi. Bahkan, bisa jadi, Bunda Pustaka ini akan menginspirasi lahirnya Bunda Pustaka Kota Makassar.

Bunda Pustaka yang dikukuhkan pada hari itu adalah Dian Friani (Ketua), Ramlah (Sekretaris), dan Nanik Widorini (Bendahara), serta koordinator bidang dan anggotanya. Ada tiga bidang, yakni: Bidang Pengembangan Layanan Perpustakaan, Bidang Peningkatan Kegemaran Membaca, dan Bidang Publikasi dan Jejaring.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ahmad Hidayat, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi hal baru yang dilakukan SD Negeri Borong. Katanya, selama ini hanya dikenal Bunda Baca dan Bunda PAUD. Kali ini ada Bunda Pustaka, dari kalangan orang tua murid.