Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa persoalan pengelolaan TPA dapat diselesaikan apabila pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat serta kemauan untuk melakukan pembenahan secara bertahap.
“Ini satu contoh yang baik bagi kota-kota lain. Kalau punya niat, ternyata bisa,” tegas Jumhur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pembangunan sistem blocking agar air lindi tidak menyebar ke lingkungan saat musim hujan dan langsung dialirkan ke fasilitas pengolahan yang telah disiapkan.
“Pertama, dilakukan semacam blocking supaya kalau ada hujan, air lindinya tidak menyebar, tetapi langsung masuk ke sistem pengelolaan yang sudah dipersiapkan,” jelasnya.
Jumhur juga memberikan apresiasi terhadap pemanfaatan gas metan yang telah disalurkan ke sejumlah rumah warga di sekitar TPA.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya mengurangi emisi gas buang dari timbunan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sudah ada gas metan yang dimanfaatkan. Tadi kelihatan di beberapa tempat sudah disalurkan ke perumahan, dan alhamdulillah bisa mengurangi beban masyarakat karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Jumhur menjelaskan bahwa penyempurnaan TPA Tamangapa tidak hanya ditujukan untuk menyelesaikan persoalan sampah saat ini.
Dalam jangka panjang, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau atau fungsi publik lainnya setelah proses stabilisasi timbunan sampah selesai.
“Dalam beberapa tahun ke depan, timbunannya akan terus mengendap. Nantinya kawasan ini bisa dimanfaatkan menjadi hutan, taman, bahkan di beberapa tempat di dunia bekas TPA bisa menjadi lapangan golf,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus menyempurnakan pembenahan TPA Tamangapa sesuai arahan dan pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Tentu kami akan terus menyempurnakan seluruh proses yang telah dilakukan di bawah bimbingan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan seluruh sistem pengelolaan di TPA berjalan sesuai aturan dan tidak lagi menimbulkan pencemaran lingkungan,” kata Munafri.
Ia menambahkan, keberhasilan pembenahan TPA Tamangapa membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan sampah di Makassar semakin modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama semua pihak terus terjalin agar TPA ini semakin baik dan pengelolaannya semakin sempurna ke depan,” tutupnya. (*)

br
br
br






br
br






br