Kadis PU Dampingi Wali Kota Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Kaccia di Barombong

Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, meninjau progres pembangunan Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Rabu (19/8/2026). Pemeriksaan lapangan dilakukan sebagai bagian dari percepatan proyek yang menjadi prioritas pemerintah kota untuk membuka akses warga yang selama ini terganggu.

Munafri mengatakan pembangunan jembatan permanen itu penting untuk mengatasi isolasi warga dan meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi. “Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian,” ujarnya.

Jembatan yang kondisinya telah lapuk setelah puluhan tahun dibiarkan tanpa perbaikan kini dibangun kembali secara permanen melalui APBD Pokok Tahun Anggaran 2026 oleh Dinas PU. Proyek dimulai pada 23 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 19 November 2026. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 2,3 meter.

Kepala Dinas PU, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan pekerjaan konstruksi sedang dikebut dan progres saat peninjauan mendekati 20 persen. Ia menegaskan Dinas PU fokus menjaga kualitas pekerjaan agar struktur beton yang dibangun tahan lama dan aman dilalui kendaraan. “Kami mempercepat pekerjaan agar target penyelesaian dalam waktu kurang dari 100 hari dapat tercapai, sekaligus memastikan mutu konstruksi sesuai standar,” kata Zuhaelsi.

BACA JUGA:  Kadis PU Makassar Dampingi Wali Kota Temui Dubes Finlandia, Bahas Kerjasama Infrastruktur Cerdas

Munafri menambahkan kondisi jembatan lama kerap mengganggu aktivitas warga, termasuk anak-anak yang pergi mengaji atau bersekolah, terutama pada malam hari karena jalan berlubang dan minim penerangan. “Kehadiran kami memastikan bahwa akses yang dimiliki oleh masyarakat itu bisa dilewati kapan saja,” ujarnya.

Selain pembangunan struktur jembatan, Pemkot Makassar juga memerhatikan akses jalan penghubung. Munafri dan Zuhaelsi sepakat bahwa penataan jalan menuju jembatan perlu direncanakan agar konektivitas kawasan berfungsi optimal dan tidak cepat rusak. “Tahun ini kita coba membuat perencanaan bagaimana juga dengan jalannya, karena jalannya sudah cepat rusak juga,” kata Munafri.

Proyek yang dibiayai dari APBD tersebut diharapkan menghilangkan risiko kerusakan berkala pada jembatan lama dan meningkatkan kualitas hidup warga Barombong dengan akses yang lebih aman dan lancar. Pemerintah kota menyatakan akan terus memantau progres hingga pekerjaan selesai dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.