News  

Pemuda Palambarae Gerakkan Kemeriahan HUT RI, Warga Patungan Hadiah Lomba

NusantaraInsight, Bulukumba, — Kemeriahan Hari Kemerdekaan tidak selalu menunggu aba-aba dari atas. Di Desa Palambarae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, justru pemuda bergerak setelah masyarakat mempertanyakan apakah perayaan 17 Agustus tahun ini akan digelar. 18 Agustus 2026

Jaringan Besar (JARBES) Pemuda Palambarae merespons pertanyaan tersebut dengan menginisiasi berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 17–19 Agustus 2026, dengan mengangkat tema “Merayakan Kemerdekaan, Menguatkan Kebersamaan.”

Ketua panitia, Risna Yanti, mengajak pemuda desa merespons antusiasme masyarakat yang menginginkan suasana kemerdekaan tetap hadir di lingkungan mereka.

“Pemuda bergerak karena masyarakat juga mempertanyakan apakah tahun ini ada kegiatan 17 Agustus,” kata Risna.

Dorongan itu salah satunya datang dari Asmar, warga Desa Palambarae, yang mempertanyakan keberadaan kegiatan perayaan kemerdekaan tahun ini. Pertanyaan tersebut kemudian mendapat respons dari JARBES dan menjadi pemantik bagi pemuda untuk mengambil inisiatif.

Bukan anggaran besar yang menjadi awal kegiatan. Pemuda bersama masyarakat berinisiatif patungan untuk membeli hadiah perlombaan. Dari urunan itu, kemeriahan kemudian disusun menjadi sebelas jenis lomba.

BACA JUGA:  Mahasiswa Bina Desa MKPK Batch Unhas Buat Penyuluhan dan Praktik Pakan Silase

Lomba tersebut meliputi balap karung, kelereng menggunakan sendok, makan kerupuk, estafet tepung, memasukkan pulpen ke dalam botol, rebutan kursi dengan lagu, bola sarung, corong air, estafet kardus, tarik tambang, serta karaoke berantai.

Hari pertama pelaksanaan pada 17 Agustus berjalan lancar. Bagi panitia, perlombaan bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang pulang membawa hadiah. Ada hubungan yang ingin tetap dirawat antara pemuda dan masyarakat.

Risna berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kembali semangat kemerdekaan di kalangan pemuda dan masyarakat Desa Palambarae. Ia juga berharap perayaan serupa dapat terus berlangsung setiap tahun.

Menurutnya, dukungan pemerintah desa ke depan akan menjadi penting agar gerakan yang tumbuh dari inisiatif pemuda dan masyarakat dapat terus berjalan.

Tahun ini, kemeriahan itu bermula dari sebuah pertanyaan sederhana: apakah masih ada perayaan 17 Agustus? Pemuda Palambarae menjawabnya dengan bergerak.