Dua Profesor dan Seorang Ustadz Bahas Buku “Ngaji Sugih” di Aryaduta Makassar

Sementara itu Prof. Dr. Sukardi Weda menilai buku ini tidak mengajak pembaca meninggalkan ambisi duniawi, melainkan menata ulang prioritas hidup. Menurutnya, bekerja dan berusaha tetap penting, tetapi tujuan akhir adalah membentuk pribadi yang memberi manfaat, rendah hati, dan semakin dekat kepada Sang Pencipta. Prof. Sukardi juga mengusulkan agar buku ini dialihbahasakan ke berbagai bahasa internasional—seperti Inggris, Prancis, dan Arab—karena dianggap menginspirasi. Ia merekomendasikan agar cetakan lengkap buku diberi epilog, mengingat unsur isi yang memadukan karya ilmiah dan sastra.

Ustadz Muhammad Amir Jaya menyampaikan bahwa para penulis sering berada pada tingkatan nafsu mulhamah (mulhimah), yakni kondisi spiritual dalam tasawuf yang menerima ilham atau bimbingan dari Allah untuk melakukan kebaikan. “Saya percaya Ibu Soraya telah mencapai tahap nafsu mulhamah,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa menulis merupakan bagian dari ibadah karena melalui tulisan seseorang dapat menebar kebaikan. “Seperti dikatakan Pramoedya Ananta Toer: jika ingin abadi, menulislah. Menulis adalah puncak peradaban,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Luna Vidya Kupas Tuntas Program UK PACT Indonesia di Makassar