Sport  

PODSI Maros Perkuat SDM Dayung, Lima Pelatih dan Wasit Ikuti Penataran Sulsel

Maros, NusantaraInsight — Prestasi olahraga dayung tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di atas perahu. Di belakang mereka, dibutuhkan pelatih yang memahami metode pembinaan serta wasit yang menguasai regulasi pertandingan.

Kesadaran itu mendorong Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Maros mengirim lima orang mengikuti Penataran Pelatih dan Wasit PODSI se-Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Penataran berlangsung selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026, di Hotel Grand Sayang Park, Makassar.

Ketua Umum PODSI Kabupaten Maros, Sumarni Mahmin, S.Pd., M.M., mengatakan peningkatan kapasitas pelatih dan wasit merupakan bagian penting dari upaya membangun prestasi dayung Maros secara berkelanjutan.

PODSI Maros menerbitkan Surat Rekomendasi Nomor 026/PODSI-MRS/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026 untuk lima peserta yang mengikuti penataran.

Dua orang mengikuti penataran pelatih, yakni Justina Karurukan, S.Sos., M.Tr.AP. dan Daimatullifah.

Adapun tiga peserta yang mengikuti penataran wasit ialah Hasbi, S.Pd., Indrayani, S.Pd., Gr., dan Hapsah Sohopi, S.Pd., M.Pd.

Investasi di Balik Prestasi

Sumarni mengatakan, peserta yang dikirim tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Mereka diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem pembinaan olahraga dayung di Maros.

BACA JUGA:  Ini Makna Selebrasi Ikonik Marcelino (Poselino) Ferdinan

Para peserta dinilai memiliki kompetensi, kapasitas, dedikasi, dan komitmen untuk ikut mengembangkan olahraga dayung.

“Kami berharap mereka mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab dan dapat menerapkan ilmu serta pengalaman yang diperoleh untuk mendukung kemajuan pembinaan olahraga dayung di Kabupaten Maros,” kata Sumarni.

Bagi PODSI Maros, pembinaan atlet dan peningkatan kemampuan tenaga teknis harus berjalan beriringan.

Pelatih berperan menyusun program latihan serta membentuk kemampuan fisik, teknik, dan mental atlet. Sementara wasit menjadi bagian penting dalam memastikan pertandingan berjalan profesional dan sesuai aturan.

Tanpa tenaga pendukung yang memiliki kompetensi, potensi atlet akan sulit dikembangkan secara maksimal.

Karena itu, penataran dipandang sebagai investasi sumber daya manusia untuk membangun prestasi dalam jangka panjang.

Ilmu Harus Dibagikan

Sumarni berharap pengetahuan yang diperoleh lima peserta selama berada di Makassar tidak berhenti sebagai kompetensi individu.

Setelah kembali ke Maros, mereka diharapkan membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada pelatih, atlet, serta jajaran PODSI Kabupaten Maros.

Transfer pengetahuan tersebut dinilai penting agar manfaat penataran menjangkau proses pembinaan yang lebih luas.