Obyek Wisata di Bissoloro Mimpi Masa Depan

(Oleh : Andi Pasamangi Wawo)

Gowa, NusantaraInsight — Ke Malino, mobil saya tak pernah over turun perseneling satu. Tapi ke Kampung Bontorappo lewat Sapayya, jangan coba coba. Tanjakannya luar biasa. Selain jalannya sempit, tikungannya juga patah patah. Untung ‘view’nya indah di musim kemarau ini. Karena, bisa melihat lembah dan hamparan jagung siap panen. Hingga, tak fokus ke tangis mesin yang merayap lamban di pendakian panjang.
.

Belok kanan, menurun dengan kondisi jalan rusak sekitar 2 km, memasuki sejumlah obyek wisata perkemahan plus rumah ‘kurcaci’ di Desa Bissoloro Kec Bungaya Kab Gowa. ke kiri, ada gerbang berbayar memasuki obyeknya, ‘Pinus Slow’. Di sini tujuan saya.

Lokasinya sangat indah dan menarik. Kalau tak nginap, rugi rasanya tak menyaksikan lampu kerlap kerlip nampak di malam hari, bagai bintang bertabur menghias langit. Beda di sini, bintang itu justru nampak berserakan jauh di lembah.
* * *

MIMPI MASA DEPAN

Adi, seorang pekerja seni dan pencinta alam miliki lahan di sana, sangat optimis Bissoloro akan menjadi ikon wisata masa depan kabupaten Gowa.

BACA JUGA:  YUK, KE MEKKAH NAIK UNTA KURUS (2)

“Yakin, kalau melihat paripurnanya lukisan alam dan viewnya yang sangat indah”, kata pria yang lebih 2 dekade mengelola obyek wisata alam yang terkenal dengan ‘Rumah Kecil’nya di Antang kota Makassar ini, sambil mengajak saya berkunjung sejenak merasakan belaian angin sepoi yang sayup memperdengarkan derunya di ufuk senja,
sekitar 1 km dari Pinus Slow.

Caranya, harus balik arah ke kiri ketika di jalan poros. Lalu, kanan di pertigaan. Kemudian ke kanan menurun sedikit menyusuri 100 meter jalan desa, tepat berdampingan lokasi mantan Wawali Makassar ‘Deng Ical’ yang kini anggota DPR RI.

“Saya hampir 10 tahun di kampung ini mengolah lahan tidur. Berharap ke depan bisa menjanjikan kepuasan pewisata”, tuturnya, sambil menambahkan, di lokasi ini, bisa terlihat Kota Makassar, Kab. Takalar dan Kab Jeneponto lengkap Selat Makassarnya sambil nikmati sunset.
Juga, bias bias cahaya lampunya di malam hari.

Andai Dinas Pariwisata bersama stakeholder di kabupaten Gowa serius melirik infra struktur mewujudkan betonisasi jalan desanya, mungkin. wisatawan lebih memilih berkunjung ke wilayah pegunungan ini dibanding ke kota Malino yang mulai panas dan sumpek dijejali ribuan villa. Karena, jaraknya hanya sekitar 30 km dari Makassar.

BACA JUGA:  Surat Buat Kapolri: Ketika “Restorative Justice” Diabaikan, Badai NTB pun Ditahan

“Bisaoloro adalah mimpi & masa depan. Semua itu pilihan. Jangan terbangun lalu menyesal”.
Kalimat ini terpajang di baliho. Mungkin itu salahsatu trik masyarakat meminta ‘Pemangku’ Pemerintahan Gowa menggapai mimpinya.
* * *
Catatan ringan ini saya anggap ‘buah tangan’ Weekend kali ini bersama keluarga berakhir pekan. Semoga bermanfaat.