Hikmah Sepakbola 

Oleh: Syamril (Direktur Sekolah Islam Athirah Makassar) 

Makassar, NusantaraInsight — Salah satu partai semi final yang menarik pada Piala Dunia 2026 adalah Argentina melawan Inggris. Sampai menit 84 Argentina masih ketinggalan 0-1. Menit 85 kedudukan menjadi 1-1. Sampai akhirnya menit 90+2 Argentina unggul 2-1 dan bertahan hingga akhir. Argentina pun lolos ke babak final.

 

br

Kejadian ini sama dengan kehidupan. Ada yang seperti Inggris. Di babak awal menang, tapi kalah di akhir. Saat masih muda di jalan yang benar dan lurus, penuh idealisme. Tapi di akhir hidupnya tergelincir ke jalan yang salah. Meninggal dalam keadaan su’ul khotimah (akhir yang buruk).

 

Ada juga yang seperti Argentina. Di babak awal kalah, tapi menang di akhir pertandingan. Saat masih muda hidupnya di jalan yang salah, foya-foya, terjerat narkoba dan pergaulan bebas. Tapi di akhir hidupnya mendapat hidayah dari Allah. Berubah menjadi orang yang baik, rajin beribadah dan menolong sesama. Meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

BACA JUGA:  NGOPI DULU BARU MIKIR

 

Idealnya sejak babak awal hingga akhir unggul dan menang, seperti Spanyol yang mengalahkan Perancis. Sejak masih muda, dewasa, tua sampai meninggal dunia tetap di jalan yang benar, lurus sesuai aturan Allah. Jangan sebaliknya, sejak awal di jalan yang salah dan buruk hingga akhir hayat. Tentu kita ingin tetap di jalan yang benar dan lurus hingga akhir hayat. Apakah terus menerus lurus atau pernah tidak lurus. Yang penting akhirnya di jalan lurus atau husnul khotimah. Itulah orang yang istiqamah.

 

Bagaimana caranya agar dapat istiqamah menjalani hidup di jalan yang lurus? Mari kembali kita lihat pelajaran dari sepak bola. Saya melihat ada enam kunci istiqamah yang dapat disingkat dalam kata AKURAT yaitu Arah, Kawan-lawan, Usaha, Resiko, Aturan, Tarung.

 

Pada permainan sepak bola ada gawang di dua sisi lapangan. Itu menjadi arah dan tujuan gerakan bola yaitu ke gawang lawan. Hidup juga demikian, harus jelas arah dan tujuannya. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Juga diciptakan untuk memberi manfaat kepada sesama dan semesta. Manusia terbaik yang paling banyak bermanfaat kepada orang lain (Hadist).

BACA JUGA:  Pajak Oh Pajak

 

Selain gawang, di sepak bola juga jelas kawan dan lawan. Dalam hidup pun demikian. Harus berkawan dengan orang yang tepat, karena seseorang sangat dipengaruhi oleh teman bergaulnya. Jika berteman dengan orang yang saleh dan baik maka besar kemungkinan tertular menjadi orang baik. Demikian pula sebaliknya. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan. Karena syaitan musuh yang nyata bagi orang beriman (Al Qur’an).

brbr
brbr
br