Selanjutnya dalam sepak bola ada usaha. Bergerak, berlari, menendang bola, drible, tackling, heading. Terjatuh, bangun lagi. Berpikir strategi menyerang dan bertahan. Hidup pun demikian. Bekerja, belajar, beribadah. Ada usaha, kerja keras, kerja cerdas dan antusias. Iman tidak cukup, harus beramal saleh. Usaha tak kenal menyerah akan mudah mendapatkan rahmat dari Allah (Nene’ Mallomo).
Setelah arah, kawan-lawan, dan usaha, kunci selanjutnya yaitu resiko. Permainan sepak bola resikonya cedera, terluka, keseleo. Hidup pun demikian. Ada resiko yang harus dihadapi atas segala tindakan dan keputusan. Jika perbuatan baik maka resikonya juga baik dan berpahala. Jika keputusannya tepat maka bisa meraih untung dan sukses. Jika langkahnya salah ada dosa. Juga bisa rugi dan gagal.
Kunci kelima yaitu aturan. Sepak bola ada aturan offside, pelanggaran ringan, sedang dan berat. Ada wasit dan hakim garis yang menegakkan aturan. Hidup pun demikian. Ada aturan agama, negara, organisasi dan masyarakat. Tiap pelanggaran ada hukumannya. Juga ada penegak hukum dan peradilan. Kelak di Hari Akhir Allah yang menjadi Hakim dan Pengadil.
Kunci terakhir yaitu tarung. Kedua tim sepak bola bertarung untuk menentukan pemenang. Hidup ini juga ada pertarungan kebenaran melawan kejahatan. Dalam diri sendiri melawan hawa nafsu yang mengajak kepada perbuatan dosa. Mari kendalikan hawa nafsu dan ikuti bisikan hati nurani agar tetap di jalan kebaikan.
Itulah enam hikmah sepak bola untuk menjalani hidup yang istiqamah. Ingat AKURAT: Arah, Kawan-lawan, Usaha, Resiko, Aturan, Tarung. Mari senantiasa di jalan yang lurus, ingat arah dan tujuan hidup, berkawan dengan orang yang tepat, usaha tak kenal lelah, siap menghadapi resiko, taat pada aturan agama, negara, organisasi dan masyarakat. Juga bertarung mengendalikan hawa nafsu, mengikuti hati nurani. Selamat berjuang.
Makassar, 17 Juli 2026


br
br
br






br
br






br