Dari Abu Lahab Hingga Jake Lang: Jejak Permusuhan terhadap Islam, Pola Provokasi, dan Antisipasinya di Indonesia

Jake lang
Foto Jake Lang dipukuli massa saat hendak membakar Alquran di Minneapolis AS (foto FB)

Oleh: Aslam Katutu

Makassar, NusantaraInsight — Pagi ini saya mendapat kiriman sebuah artikel langsung dari salah satu tokoh Islam Indonesia yang telah lama berkiprah di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali Al-Nuyorki. Saya memandang beliau sebagai salah satu pejuang dakwah yang sangat gigih dalam memperkenalkan Islam dengan pendekatan yang damai, terbuka, dan penuh persaudaraan.

Hal itu menumbuhkan keinginan dalam diri saya untuk suatu saat berkunjung ke pesantren yang beliau bangun di Amerika, sekaligus menulis tentang perjalanan dakwah dan perjuangannya—sebuah kisah tentang bagaimana nilai-nilai Islam diperjuangkan dan ditanamkan jauh dari tanah kelahirannya.

Beberapa tahun silam, saya pernah berkesempatan ngopi bersama beliau di Makassar, dalam sebuah pertemuan yang juga dihadiri oleh dua tokoh asal Sulawesi Selatan lainnya, Tamsil Linrung (Anggota DPD-RI) dan Yusran Paris (Tokoh Ikatan Saudagara Muslim Indonesia/ISMI)

Pertemuan sederhana itu kini terasa memiliki makna tersendiri. Dari secangkir kopi dan sebuah percakapan, tersimpan sebuah inspirasi tentang perjuangan, dakwah, dan bagaimana seorang anak bangsa dapat membawa pesan Islam hingga ke belahan dunia yang berbeda.

BACA JUGA:  Mappinawang, LPA Sulsel, dan Advokasi Perlindungan Anak

Cerita singkatnya : Imam Shamsi Ali adalah ulama asal Indonesia yang telah lama berdakwah di Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai imam, pendidik, dan tokoh dialog antaragama yang aktif memperkenalkan Islam dengan pendekatan damai dan moderat.

Ia pernah menjadi imam di Masjid Al-Hikmah New York dan Islamic Cultural Center of New York, serta aktif membangun hubungan antara komunitas Muslim dengan masyarakat Amerika. Shamsi Ali juga dikenal karena mendirikan Nusantara Foundation, yang antara lain mengembangkan pesantren di Amerika.

Melalui dakwah, dialog, dan pendidikan, ia berusaha menunjukkan bahwa Islam mengajarkan perdamaian, toleransi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Ia menjadi salah satu wajah Muslim Indonesia yang berkiprah di Amerika.

Begitu mendapat kiriman artikel yang sangat menarik ini, berjudul Rally Anti Islam Di Detroit, lalu saya mencari lebih tahu tahu siapa itu Jack Lang? Beliau lebih tepat dipanggil Jake lang daripada Jack lang, karena ada dua tokoh yang mencuat yang mirip namanya; Jack Lang politikus Prancis dan mantan Menteri Kebudayaan Prancis. Sedang Jake Lang adalah aktivis politik sayap kanan Amerika Serikat yang dikenal karena keterlibatannya dalam peristiwa 6 Januari 2021 di Capitol AS, kemudian aktivitas politik dan aksi-aksi provokatif anti-Islam. Tokoh inilah yang dimaksud oleh Imam Shamsi Ali dalam tulisannya.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrem Datang, Pohon Tumbang—Kabel Tetap Terjuntai

Sejarah Islam tidak hanya mencatat orang-orang yang mencintai, membela, dan menyebarkan ajaran Rasulullah. Sejarah juga mencatat orang-orang yang menolak, menghina, memfitnah, bahkan berusaha menghancurkan dakwah Islam.

Fenomena tersebut bukan sesuatu yang baru.
Sejak Rasulullah Muhammad mulai menyampaikan risalah tauhid di Makkah, telah muncul kelompok yang merasa bahwa dakwah Islam mengancam kekuasaan, status sosial, kepentingan ekonomi, tradisi, dan dominasi politik mereka.

Di antara tokoh yang paling terkenal adalah Abu Lahab, Abu Jahl, dan an-Nadhr bin al-Harith.

Berabad-abad kemudian, bentuk permusuhan terhadap Islam mengalami perubahan. Jika pada masa Rasulullah provokasi dilakukan melalui cacian, fitnah, tekanan sosial, penyiksaan, dan pemboikotan, maka pada zaman modern provokasi dapat dilakukan melalui media massa, media sosial, demonstrasi, simbol-simbol penghinaan, propaganda digital, dan produksi konten viral.

Salah satu contoh kontemporer yang menarik untuk dikaji adalah Jake Lang, aktivis politik sayap kanan Amerika Serikat yang dalam beberapa tahun terakhir melakukan sejumlah aksi provokatif terhadap komunitas Muslim dan Al-Qur’an.