“Silajara Connection” Mencuat Saat Bahas Perempuan yang Mengatupkan Resah di Bibirnya

Makassar, NusantaraInsight — Ujaran “Silajara Connection” mencuat saat diskusi buku antologi Cerpen berjudul Perempuan yang Mengatupkan Resah di Bibirnya karya Mira Pasolong.

Ujaran itu mencuat karena secara kebetulan penulis dan tiga narasumber acara yang digelar Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) bekerja sama dengan Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT) di Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (DKSS) Saopanrita, Jalan Malengkeri No. 2, depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung Makassar, Sabtu (30/5/2026) itu berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar (Silajara) Sulawesi Selatan.

Ke-tiga narasumber tersebut adalah Yudhistira Sukatanya (Budayawan & Sastrawan) cerpenis M. Amir Jaya, dan penulis-penyair Muliaty Mastura.

Pada awal diskusi yang dipandu oleh Andi Nasri Abduh, yang juga seorang pustakawan dari Universitas Hasanuddin itu, Penulis buku Mira Pasolong menyampaikan bahwa judul buku Perempuan yang Mengatupkan Resah di Bibirnya diambil dari judul pertama dari 13 kumpulan cerpen.

Ibu kelahiran Selayar 4 Maret 1974 itu menyampaikan bahwa cerpennya itu sebenarnya telah dibuat pada tahun 2019 dan sebelumnya telah dimuat di salah satu media online.

BACA JUGA:  Om Nasihati Keponakan di DKSS: Ketika Perempuan Bercerita Tentang Perempuan

“Cerpen ini sudah ada sejak tahun 2019 dan dikuratori oleh Joni Aryadinata,” ucap Mira Pasolong bernama asli Mirawati ini.

ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat ini juga menjelaskan sedikit tentang sosok Perempuan yang Mengatupkan Resah di Bibirnya

“Sosok perempuan dalah cerita ini, banyak yang mau diprotes tapi dia mengerjakan mesti dia kerjakan sebagai seorang istri dan ibu. Bahkan ijazah sarjana yang disandangnya hanya disimpan dan memilih take a home,” ulas lulusan Pasca-Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris UNM ini.

Ia bahkan menyinggung sosok perempuan dalam tulisannya ini adalah buah curhat dari seseorang kepadanya.

“Makanya ada ungkapan yang bunyinya jangan curhat sama penulis, karena akan jadi buku,” sebut wanita bercadar ini.

Sementara itu Eddy Thamrin yang akrab disapa Yudhistira Sukatanya mengupas tiga judul cerpen dari 13 judul yang ditawarkan dalam buku.

“Saya serius membahas buku antologi Cerpen Ananda Mira Pasolong dalam sebuah ulasan berjudul “Ketika perempuan menuliskan tentang perempuan”…Saya berusaha mengulik beberapa sensasi, dari file Pdf kumpulan cerpen “Perempuan Yang Mengatupkan Resah di Bibirnya“ yang dikirim oleh Penyair Muhammad Amir Jaya via Whatsapp,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Saksikan Besok !!! Sinrilik Kappalak Tallumbatua Berlayar di SMKN 2 Gowa

“Pada Kumcer itu, ada 13 judul yang rerata fokus mengelaborasi tema Perempuan. Lalu bagaimana; Ketika Perempuan bercerita pendek tentang Perempuan,” ujarnya sembari membahas 3 cerpen secara komprehensif. (Baca lengkap di Om Nasihati Keponakan…)