NusantaraInsight, Makassar — Universitas Hasanuddin, Senin (11/5/2026) mengukuhkan empat orang guru besar baru, tiga di antaranya memiliki suami yang juga profesor. Keempat guru besar baru Unhas itu masing-masing Prof.Dr.Samsu Arif, M.Si., Prof.Dr.A. Maniawati Zainuddin, S.Si., M.Si., Prof.drg. Nurhayaty Natsir, Ph.D., Sp.KG-KR, dan Prof.drg. Marhamah, M.Kes., Sp.KGA.
Prof.A. Maniawati Zainuddin adalah istri Prof.Dr.Ir. Yusran Yusuf, M.Si., IPU, C.FIA, yang pernah menjabat Dekan Fakultas Kehutanan Unhas dan juga Pj Wali Kota Makassar. Prof. Nurhayati Natsir merupakan istri Prof. Dr.Abdul Kadir, Ph.D., Sp.THT-KL (K), MARS, yang pernah menjabat Direktur Utama RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo dan Dirjen Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan Prof.Marhamah adalah istri Prof.Dr.dr. Warsinggih, Sp.B., SubSp.BD (K), M.Kes, M.H.Kes, Guru Besar FK Unhas.
Para guru besar itu menyampaikan pidato penerimaan dan pengukuhan jabatan guru besar dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Unhas yang dipimpin Ketua Senat Akademik Prof. drg.Bahruddin Thalib, M.Kes., Sp.Pros (K), dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas Prof.Dr.Andi Alimuddin Unde, M.Si. dan para anggotanya, Anggota Senat Akademik, Rektor Unhas Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., K dan para wakil rektor, Ketua, Sekretaris, dan Anggota Dewan Profesor Unhas, Rektor Unhas periode 2006-2014 Prof.Dr.dr.Idrus A.Paturusi, Wali Kota Makassar pada masanya, Ir. Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, dan sejumlah undangan, kerabat dan sahabat para guru besar.
Prof. Samsu Arif menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dari Filsafat Ruang ke Geo-AI: Evolusi Pemikiran Spasial dalam pembangunan Berkelanjutan” (Guru Besar ke-617). Prof.A. Maniawati Zainuddin menyampaikan orasi berjudul “Bioteknologi Padi Lokal Sulawesi Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional: Dari Plasma Nutfah ke ‘Biofactory’ (Guru Besar ke-618). Prof. Nurhayati Natsir memilih judul orasi ilmiah “KG-Paradigma Kedokteran Gigi Estetika dalam Perawatan Gigi Modern” (Guru Besar ke-619). Sementara Prof.Marhamah menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kelainan pada Rongga Mulut Anak yang Berhubungan dengan Penyakit Sistemik”, merupakan Guru Besar ke-620 Unhas.
Samsu Arif
Guru Besar FMIPA Unhas kelahiran Makassar 18 Mei 1963 ini dalam orasinya menyebutkan, pembangunan berkelanjutan selalu terkait erat dengan ruang karena tempat dan lokasi memengaruhi orang hidup, berinteraksi, dan mengakses sumber daya.
“Jika kebijakan dibuat tanpa mempertimbangkan data spasial, maka ekspresi budaya lokal seringkali terabaikan dan pembagian sumber daya bisa tidak adil,” kata alumnus SMA Negeri 285 Maros (1981) tersebut.













